Dark/Light Mode

Stok Beras 5,2 Juta Ton, Amran Pede Indonesia Aman Hadapi El Nino

Jumat, 14 Agustus 2026 08:28 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Stok beras nasional saat ini mencapai 5,2 juta ton. Hal ini membuat Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman pede Indonesia bakal aman menghadapi kemarau dan fenomena El Nino kali ini.

Amran menerangkan, Indonesia sudah beberapa kali menghadapi El Nino. Belajar dari sejarah masa lalu, Indonesia kini lebih siap menghadapi fenomena alam ini. Kali ini, Indonesia diyakini tak akan mengalami krisis pangan. Salah satunya karena Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 5,2 juta ton.

"Dulu pernah El Nino 2016, kita selamat. Di 2023 dan 2024, itu persiapan agak kurang, sehingga impornya 7 juta ton. Sekarang kita sudah persiapkan Cadangan Beras Pemerintah kita 5,2 juta ton," tutur Amran, di Jakarta, Kamis (13/8/2026). 

Baca juga : Resmikan 3.395 Jembatan & 3.000 Sumber Air, Prabowo Puji TNI-Polri

Kepala Badan Pangan Nasional (Bappanas) ini menerangkan, hingga 12 Agustus 2026, stok CBP sudah mencapai sekitar 5,25 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 245,4 persen dibandingkan stok pada periode sebelumnya. 

Pemerintah, tambah Amran, mulai memperkuat stok CBP sejak 2025. Salah satu strateginya dengan mempercepat penyerapan gabah hasil panen petani dalam negeri lewat Perum Bulog. Penyerapan juga ditujukan menjaga keberlanjutan usaha petani. 

Sedangkan dalam membantu yang membutuhkan, Pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan beras kepada 33,24 juta penerima manfaat. Stok beras yang melimpah saat ini, kata Amran, salah satunya memang untuk memperkuat perlindungan sosial melalui program bantuan pangan. 

Baca juga : Prabowo Gaspol, Manusia Indonesia Naik Kelas

"Untuk bantuan pangan diberikan gratis. Ini adalah perintah Bapak Presiden," terang Amran, saat meninjau penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Lidah Kulon, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).

Ia menambahkan, penyaluran ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya dilakukan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan demikian, setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.

Dengan jumlah penerima mencapai 33,24 juta orang, total beras yang disalurkan Pemerintah mencapai sekitar 997,2 ribu ton. Penyaluran dilakukan bertahap 

Baca juga : Masuk Delik Aduan, MK Pertegas Pasal Penghinaan Terhadap Presiden Dan Wapres

Pemerintah, lanjut Amran, juga memperkuat cadangan pangan untuk komoditas lain, salah satunya jagung. Cadangan jagung saat ini mencapai sekitar 159.000 ton.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.