Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Resmikan 3.395 Jembatan & 3.000 Sumber Air, Prabowo Puji TNI-Polri
Jumat, 14 Agustus 2026 08:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memuji TNI dan Polri yang berhasil membangun ribuan jembatan dan sumber air bersih di berbagai daerah. Menurutnya, pembangunan ini merupakan bukti konkret TNI dan Polri membantu rakyat yang membutuhkan.
Pujian itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih di yang dibangun TNI dan Polri di berbagai daerah, Kamis (13/8/2026). Peresmian dilakukan secara hybrid dari Istana Negara, Jakarta.
Dalam peresmian ini, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ketiganya menghadap monitor yang menampilkan jajaran TNI, Polri, Forkopimda dan masyarakat dari sejumlah daerah.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan 3.395 jembatan TNI dan Polri, serta 3.000 sumber air bersih TNI Angkatan Darat yang telah dibangun untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.
Prabowo mengapresiasi kerja TNI dan Polri yang membangun infrastruktur penunjang daerah. Ia mengaku bangga dan hormat kepada Kepala Staf Angkatan TNI Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan seluruh jajaran TNI dan Polri atas inisiatifnya turut menyediakan infrastruktur penting bagi rakyat.
Baca juga : Karhutla Makin Meluas
“Saudara-saudara telah menjalankan suatu misi, misi pengabdian, misi bakti kepada rakyat. Ini bukti bahwa sungguh-sungguh TNI adalah tentara rakyat dan Polri sungguh-sungguh adalah polisi rakyat. Ini yang harus kita ingat selalu,” ujar Prabowo.
Dari total 3.395 jembatan yang diresmikan, 2.500 dibangun TNI. Jembatan itu membuka akses menuju 7.807 desa dan kelurahan, 9.008 fasilitas pendidikan atau sekolah, 4.502 fasilitas kesehatan, serta berbagai fasilitas ekonomi dan layanan publik.
"Walaupun mungkin Saudara tidak merasa, tapi semua perbuatan baik, semua pengabdian yang baik oleh pribadi, oleh pejabat, oleh pemimpin, itu sesungguhnya dimonitor, dipantau, dicatat, dan diingat oleh rakyat,” tambah Prabowo.
Kepala Negara menegaskan, pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada proyek-proyek besar. Kebutuhan dasar masyarakat, terutama yang berada di wilayah terpencil, juga harus menjadi perhatian negara.
Prabowo melanjutkan, keberadaan jembatan dan sumber air bersih dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sebelumnya menghadapi kesulitan mobilitas, maupun akses air. "Yang tadinya berjalan berjam-jam, sekarang lebih mudah untuk mereka. Saudara telah memberi manfaat kepada banyak rakyat kita,” puji Prabowo.
Baca juga : Di Bawah Danantara, Laba & Performa BUMN Melonjak
Dalam kesempatan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan perkembangan pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi kepada Presiden Prabowo. Ia menerangkan, sebanyak 874 jembatan sudah dibangun dan direnovasi di 30 wilayah Polda.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, kami melaporkan telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya," lapor Kapolri dari Lebak, Banten.
Kapolri menyebut, mayoritas proyek pembangunan dan renovasi jembatan sudah tuntas dilakukan. "Rinciannya 874 unit telah selesai, 17 unit dalam tahap pembangunan, dan 4 unit dalam tahap perencanaan," tambahnya.
Seluruh jembatan yang dibangun dan direnovasi totalnya sepanjang 19,2 kilometer. Seluruh jembatan menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat terhadap 2 juta orang. "Mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM dan masyarakat umum," jelas Kapolri.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, 2.500 jembatan yang dibangun TNI telah memberikan manfaat bagi 4,5 juta masyarakat. "Ada 9.008 sekolah terakses, sehingga anak-anak sekolah, yang seperti Bapak Presiden harapkan, tidak perlu lagi basah-basah, tidak perlu lagi berisiko untuk mencapai sekolah,” urai Maruli.
Baca juga : SPPG Buka Peluang Kerja Ibu Tunggal Lulusan SD
KSAD berharap, pembangunan jembatan oleh TNI terus diperluas. Ia menargetkan sebanyak 5.000 jembatan dapat dibangun hingga akhir 2026.
Selain jembatan, TNI AD membangun 3.000 sumber air bersih melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat dan fasilitas pengairan pertanian di 1.703 titik yang mampu mengairi 83.150 hektare lahan tadah hujan. Dengan dukungan pengairan, lahan yang sebelumnya bergantung pada hujan dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun.
TNI AD masih mengerjakan fasilitas pengairan di 445 titik yang ditargetkan mengairi sekitar 16.970 hektare lahan. Dengan adanya penambahan, total lahan pertanian yang mendapat dukungan pengairan mencapai sekitar 100.120 hektare.
“Yang daerah tadah hujan 100.120 hektare bisa menjadi tiga kali panen. Mudah-mudahan gabah bisa jadi 1,5 juta ton per tahun,” pungkas KSAD.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya