Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Merah Putih Berkibar di Tengah Kilang DSLNG, Semangat Daulat dari Tanah Banggai
Senin, 17 Agustus 2026 12:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tepat pukul 07.00 WITA, Sang Saka Merah Putih perlahan meniti tiang tinggi di tengah kompleks kilang PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG), Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (17/8/2026).
Keheningan seketika menyelimuti pelataran. Di bawah langit pagi, para insinyur, pekerja, mitra bisnis, dan jajaran manajemen berdiri tegak mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lagu Indonesia Raya bergema di antara fasilitas industri yang setiap hari menjadi bagian dari rantai pasok energi nasional.
Di tempat itu, teknologi pencairan gas bertemu dengan semangat kebangsaan.
Corporate Affairs Director DSLNG Hanny Midlena mengatakan, peringatan kemerdekaan bukan sekadar momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan.
Lebih dari itu, kemerdekaan merupakan tanggung jawab yang harus diteruskan melalui pekerjaan dan kontribusi setiap warga negara.
“Delapan puluh satu tahun sudah bangsa ini berdiri tegak sebagai negara merdeka. Perjalanan panjang yang ditempuh dengan semangat juang, pengorbanan, dan harapan dari generasi ke generasi,” kata Hanny dalam sambutannya.
Pekerja DSLNG mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kompleks kilang DSLNG, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (17/8/2026).
Baca juga : DSLNG Perkuat Kontribusi Energi dan Pemberdayaan Masyarakat di Banggai
Menurut dia, semangat perjuangan tersebut dapat diwujudkan dari tempat setiap orang bekerja, termasuk di lingkungan industri LNG.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang perjuangan masa lalu. Ini juga tentang bagaimana kita melanjutkan perjuangan di masa kini dan ke depan, di tempat kerja, di rumah, dan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di DSLNG, kata Hanny, semangat tersebut diterjemahkan melalui visi perusahaan untuk menjadi penyedia LNG yang aman dan dapat diandalkan.
Untuk mewujudkannya, DSLNG menjalankan misi membangun dan mengoperasikan proyek LNG yang terpercaya, memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, serta menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
Nilai integritas, responsibilitas, profesionalisme, dan etika, lanjut Hanny, bukan sekadar rangkaian kata.
Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam menjalankan pekerjaan sekaligus bentuk nyata semangat kemerdekaan.
“Melalui kerja kita, kita ikut membangun negeri. Melalui sikap kita, kita ikut menjaga martabat bangsa. Dan melalui semangat kita, kita terus menghidupkan api perjuangan yang diwariskan oleh para pendiri republik ini,” tutur Hanny.
Bendera merah putih berkibar di site DSLNG
Dari Khidmat ke Kemeriahan
Baca juga : BKSDA Sulteng Pastikan Kondisi Burung Maleo di Pusat Konservasi Tetap Sehat
Suasana yang semula khidmat berubah menjadi lebih cair sekitar pukul 07.45 WITA.
Setelah upacara, kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI berlanjut melalui Karnaval “Bersatu Daulat”.
Warna-warni pakaian adat terlihat di area kegiatan. Para pekerja DSLNG, mitra bisnis, kontraktor lokal, hingga jajaran pimpinan perusahaan juga membaur tanpa sekat.
Musik yang diputar panitia mengundang peserta untuk bergoyang bersama. Sebagian peserta yang mengenakan pakaian adat juga mengikuti parade sebagai bagian dari karnaval.
Sejumlah perlombaan kerakyatan digelar untuk menambah kemeriahan perayaan kemerdekaan.
Panitia juga menyiapkan door prize bagi peserta. Bagi para pekerja yang sehari-hari berhadapan dengan tuntutan operasi industri, rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk sejenak melepas rutinitas sekaligus mempererat kebersamaan.
Hanny mengingatkan, semangat kebersamaan itu perlu dibawa kembali ke tempat kerja. Sebab, menurut dia, kontribusi untuk Indonesia tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar.
Baca juga : Wartawan Rakyat Merdeka Raih Juara 3 Lomba Jurnalistik DSLNG
“Jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa setiap langkah kita, sekecil apa pun, adalah bagian dari kontribusi untuk Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pekerja untuk tetap menempatkan kesehatan, keselamatan, dan keamanan sebagai bagian utama dalam setiap aktivitas.
“Karena kemerdekaan sejati adalah ketika kita bisa hidup dan bekerja dengan aman, sehat, dan bermartabat,” ujar Hanny.
Pagi itu, Merah Putih tidak hanya berkibar di tengah kompleks kilang. Ia menjadi pengingat bahwa di tengah denyut industri energi di tanah Banggai, semangat kemerdekaan terus dirawat melalui kerja, keselamatan, kebersamaan, dan kontribusi bagi negeri.
“Merdeka! Merdeka!” seru Hanny menutup sambutannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya