Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekonom: Kopdes Merah Putih Sejalan dengan Semangat Ekonomi Pendiri Bangsa
Senin, 13 Juli 2026 09:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ekonom dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Surya Vandiantara, menilai program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secara prinsip sejalan dengan gagasan para pendiri bangsa mengenai ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, konsep tersebut merupakan implementasi dari Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
Surya menjelaskan, koperasi sejak awal dirancang sebagai instrumen untuk memajukan perekonomian secara gotong royong tanpa membedakan kelas maupun golongan masyarakat.
Baca juga : Koperasi Merah Putih Ciptakan Putaran Uang 223 Triliun/Tahun
Prinsip tersebut diwujudkan melalui penghimpunan modal bersama yang kemudian dimanfaatkan untuk membantu anggota, terutama melalui skema simpan pinjam.
"Prinsip gotong royong menjadi ciri utama koperasi. Dana yang dihimpun dari anggota digunakan untuk saling membantu, sementara keuntungan akhirnya dikembalikan kepada anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU)," ujarnya.
Menurut Surya, konsep KDMP menghadirkan inovasi dengan memperluas semangat gotong royong hingga ke tingkat desa. Jika koperasi konvensional mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib anggota, KDMP memperoleh dukungan modal melalui pendapatan pajak yang telah dihimpun negara untuk kemudian dimanfaatkan membantu masyarakat.
Baca juga : Prabowo: Kopdes Merah Putih Siap Salurkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen
Ia menilai skema tersebut dapat mengatasi persoalan klasik koperasi, yakni rendahnya partisipasi masyarakat akibat keterbatasan kemampuan membayar simpanan pokok maupun simpanan wajib.
Dengan demikian, manfaat koperasi diharapkan bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Meski mendukung konsep tersebut, Surya mengingatkan pemerintah agar mengedepankan transparansi dalam pengelolaan KDMP.
Menurutnya, pengawasan dan audit berkala menjadi faktor penting agar program berjalan sesuai tujuan. "Transparansi anggaran menjadi kunci utama. Audit tidak hanya dilakukan oleh BPK, tetapi juga melibatkan KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan agar pelaksanaan KDMP tidak diselewengkan dan tetap sesuai cita-cita awal koperasi yang diinginkan para founding fathers," tegasnya.
Baca juga : Senapas dengan Warisan Spiritual Bangsa
Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan implementasi nyata konsep ekonomi kerakyatan yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari gagasan Prabowonomics, yang menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan ekonomi nasional sekaligus mengembalikan arah perekonomian Indonesia ke prinsip ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya