Dark/Light Mode

Baru Beroperasi Satu Line Dengan Kapasitas 800 Ton

RDF Rorotan Butuh Truk Compactor & Jalan Layak

Rabu, 19 Agustus 2026 06:25 WIB
Baru Beroperasi Satu Line Dengan Kapasitas 800 Ton RDF Rorotan Butuh Truk Compactor & Jalan Layak

RM.id  Rakyat Merdeka - Pabrik pengolahan sampah, Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, belum mencapai kapasitas maksimal. Kendala utamanya bukan mesin pengolahan, melainkan keterbatasan truk compactor.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, RDF Rorotan memiliki tiga line pengolahan untuk menangani sampah dalam berat yang besar.

“Kapasitasnya didesain antara 2.200 ton sampai 2.400 ton,” kata mantan Sekretaris Kabinet ini, saat meninjau RDF Plant, Senin (10/8/2026).

Baca juga : Pejabat FIFA Dipecat Usai Kecam Infantino

Reporter Rakyat Merdeka yang ikut dalam kunjungan ini melaporkan, mesin (alat) di dalam RDF Plant memang sudah beroperasi. Meskipun baru satu line. Alat itu terus bergerak, membawa sampah.

Tampak pula sejumlah pekerja yang sesekali memunguti sampah tercecer. Kemudian, memasukkannya kembali ke dalam mesin yang terus bergerak dari bawah ke atas, dari atas ke bawah. Suasananya seperti umumnya di dalam pabrik.

Hingga ujungnya, peralatan itu mengeluarkan sampah terolah yang disebut refuse derived fuel (RDF). Yaitu, bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari pengolahan sampah (terutama sampah rumah tangga).

Baca juga : Tertinggal Di Awal, Jojo Menang Cepat

Bentuk RDF-nya kotak, padat. Dibungkus semacam karung berwarna putih. Lalu, ditumpuk di salah satu sisi pabrik pengolahan sampah ini, menggunakan forklift.

Proses pembuatan RDF dimulai dari pemilahan. Sampah dipisahkan dari bahan yang tidak bisa terbakar atau berbahaya, seperti kaca, logam berat, dan bahan berbahaya dan beracun (B3).

Proses berlanjut ke pencacahan, sehingga sampah menjadi kecil. Kemudian, pengeringan untuk menurunkan kadar air dan meningkatkan kalor sampah yang telah dicacah itu.

Baca juga : Hana Malasan, Calon Mantu Bos KFC

Sampah yang sudah dipilah, dicacah dan dikeringkan itu, dipadatkan, sehingga berbentuk kotak yang disebut RDF. Sehingga, RDF menjadi optimal saat digunakan sebagai bahan bakar industri, pengganti batu bara. Misalnya, untuk bahan bakar di pabrik semen dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Namun, saat ini baru satu line RDF Plant Rorotan yang telah beroperasi penuh. Kapasitas produksi satu line, cuma sekitar 800 ton sampah per hari.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.