Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Profil Jay Herdman, Putra Pelatih Timnas yang Jadi Andalan Baru Bali United
- Barcelona Tutup Pramusim dengan Gelar Joan Gamper Trophy 2026
- Fitrah Maulana Bangga Bawa Persib Juara Dewata Challenge Series
- STY Puji Perkembangan Persija Usai Laga Uji Coba Di Thailand
- Gabung Klub Arab Saudi, Kakak Pemain Persib Dibanderol Rp1,4 T
Bayer Perkuat Sinergi Indonesia-Jerman Di Sektor Kesehatan
Kamis, 20 Agustus 2026 22:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bayer Indonesia menyambut kunjungan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono, serta Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di fasilitas manufaktur healthcare Bayer di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (18/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda delegasi Jerman di Indonesia untuk memperkuat kemitraan strategis, khususnya di bidang transisi energi dan kerja sama sektor swasta.
Lawatan ini sekaligus menyoroti peran Bayer sebagai salah satu wujud nyata sinergi Indonesia-Jerman dalam mendukung prioritas nasional, baik melalui agenda dekarbonisasi maupun penguatan industri kesehatan.
Sebagai salah satu fasilitas manufaktur kesehatan strategis global Bayer, pabrik healthcare di Cimanggis tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga mengekspor produknya ke lebih dari 42 negara.
Dalam sambutannya, Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan mengatakan, Jerman dan Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
Baca juga : Wamenkes Tinjau Produksi Suplemen untuk Kesehatan Ibu dan Anak
"Fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan bagaimana investasi berkelanjutan dan inovasi dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, mulai dari memajukan energi terbarukan dan memperkuat industri lokal, hingga memperluas kapabilitas manufaktur yang mendukung kesehatan ibu dan anak," ujar Reem, dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, berbagai upaya tersebut menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan jangka panjang.
"Melalui kebijakan pembangunan, kami sedang membangun jembatan antarnegara mitra, yang bertujuan untuk merintis kemitraan baru secara bersama-sama dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Jerman secara sistematis," sambungnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan, kehadiran Bayer di Indonesia menjadi contoh nyata kemitraan jangka panjang antara pemerintah dan sektor industri dalam mendukung prioritas kesehatan nasional.
"Saya percaya bahwa kehadiran Bayer di Indonesia adalah contoh nyata dari kemitraan jangka panjang yang kokoh antara pemerintah dan sektor industri, yang secara langsung mampu mendorong prioritas kesehatan nasional kita," kata Dante.
Baca juga : Pelayanan Kesehatan Primer
Dia menambahkan, melalui program nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan dapat menjangkau 4,9 juta ibu hamil setiap tahun.
"Guna mewujudkan target ini, kita tentu memerlukan pasokan MMS yang berkualitas, andal, dan konsisten," imbuhnya.
Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis Priscilla Silvan Praritza menegaskan, kunjungan tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang Bayer Indonesia untuk terus mendukung agenda pembangunan nasional.
"Melalui inovasi dan investasi berkelanjutan, Bayer memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur produk kesehatan yang esensial bagi kebutuhan domestik maupun pasar global," ujar Priscilla.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi meninjau instalasi panel surya atap seluas 1,66 hektare dengan kapasitas 2.054 kWp. Instalasi tersebut menjadi salah satu fasilitas tenaga surya terbesar di antara perusahaan farmasi multinasional di Indonesia.
Baca juga : Tjandra Yoga Aditama: Perlu Persiapan Dan Perencanaan Matang
Panel surya itu mampu menyuplai sekitar 43 persen kebutuhan energi fasilitas sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 2.073 ton CO₂ per tahun.
Selain aspek energi, delegasi juga meninjau fasilitas produksi Multiple Micronutrient Supplements (MMS). Melalui investasi sebesar Rp99 miliar untuk lini produksi, termasuk MMS dan penelitian serta pengembangan (R&D), Bayer memperkuat kapabilitas manufaktur lokal dalam memproduksi suplemen prenatal berstandar UNIMMAP.
Produk tersebut mengandung 15 vitamin dan mineral esensial yang dibutuhkan ibu hamil. Kapasitas produksinya mencapai 1,2 miliar tablet MMS per tahun dalam kemasan botol dan blister. Produksi tersebut ditujukan untuk mendukung prioritas pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Bayer merupakan perusahaan global yang memiliki kompetensi inti di bidang life science, khususnya kesehatan dan pertanian. Sejalan dengan misinya, "Health for All, Hunger for None", produk dan layanan Bayer dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan planet.
Pada tahun fiskal 2025, Bayer mempekerjakan sekitar 88.000 karyawan di seluruh dunia dan membukukan penjualan sebesar 45,6 miliar euro. Investasi perusahaan dalam penelitian dan pengembangan mencapai 5,8 miliar euro.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya