Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Timnas Putri U-17: Dari Clairefontaine Prancis hingga Panggung Internasional
- KPK Ungkap Rektor Unsoed di-OTT di Jakarta
- Kasus Bappenda Kabupaten Bogor, KPK Sita Duit Rp 1,5 M
- KPK Usut Dugaan Pemotongan Upah Pungut di Bappenda Kabupaten Bogor
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Kebut Swasembada Bawang Putih, PTPN Group Siapkan Lahan 10 Ribu Hektar Di Jabar
Jumat, 21 Agustus 2026 16:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PTPN Group memperkuat dukungan terhadap program swasembada bawang putih nasional dengan menyiapkan pengembangan kawasan budidaya seluas 10 ribu hektare di Jawa Barat (Jabar) pada 2026. Program tersebut melibatkan mitra strategis, kelompok tani, dan masyarakat.
Secara keseluruhan, PTPN Group menargetkan pengembangan bawang putih seluas 24 ribu hektare pada periode 2026-2029. Pengembangan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional sekaligus membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan, pengembangan bawang putih merupakan bagian dari transformasi peran PTPN Group sebagai BUMN perkebunan dalam mendukung agenda strategis pemerintah.
"Target kita bukan sekadar mengejar swasembada. Yang ingin kita bangun adalah industri bawang putih nasional yang sehat, berkelanjutan, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia," ujar Denaldy di Bandung, Jumat (21/8/2026).
Menurut Denaldy, pengembangan bawang putih perlu dilakukan secara serius dan terukur karena kesenjangan antara produksi dalam negeri dan kebutuhan nasional masih sangat besar.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan produksi bawang putih domestik masih berada di kisaran 39-40 ribu ton per tahun. Sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun.
Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya peluang peningkatan produksi bawang putih dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Gandeng 14 Mitra
Sebagai langkah awal percepatan program, PTPN Group menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan 14 mitra strategis di Bandung, Jumat (21/8/2026).
Baca juga : Kita Bisa Kurangi Impor Bawang Putih
Penandatanganan dilakukan Regional Head PT Perkebunan Nusantara I Regional 2 Desmanto bersama para mitra. Kegiatan tersebut disaksikan Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna, Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) Rizal Damanik, Direktur Pemasaran dan Manajemen Aset PTPN I (Persero) Arif Budiman, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman.
Pada tahap pertama, 14 mitra tersebut menyatakan komitmen mengembangkan bawang putih dengan total luasan sekitar 6.500 hektare.
Denaldy mengatakan, tahap awal pengembangan akan diarahkan pada percepatan penyediaan benih bawang putih berkualitas. Ketersediaan benih dinilai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas dan produksi.
Setelah kebutuhan benih semakin kuat, pengembangan akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bawang putih konsumsi nasional.
PTPN Group juga akan membantu mengatasi berbagai kendala implementasi di lapangan, termasuk persoalan ketersediaan lahan yang sesuai untuk budidaya.
"Kalau persoalannya lahan yang sesuai, kami bersama pemerintah akan membantu mencarikan. Areal yang sudah siap akan segera kita kerjakan, sementara areal yang masih dikelola masyarakat akan kita dorong melalui pola kemitraan," kata Denaldy.
Dia menegaskan, masyarakat harus menjadi bagian dari ekosistem pengembangan bawang putih dan ikut memperoleh manfaat ekonomi dari program tersebut.
Produktivitas Ditargetkan Naik
Regional Head PTPN I Regional 2 Desmanto mengatakan, kawasan pengembangan bawang putih di Jabar tersebar di sejumlah kabupaten.
Baca juga : Menko Pangan: Panen Raya Bawang Putih Di Sembalun Kurangi Ketergantungan Impor
Program tersebut akan melibatkan mitra usaha, masyarakat, kelompok tani, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat pelaksanaan budidaya sekaligus meningkatkan produktivitas.
Dengan dukungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan pemerintah daerah, produktivitas bawang putih ditargetkan meningkat secara bertahap.
Pada tahun awal, produktivitas ditargetkan sekitar 10,8 ton kering per hektare. Angka tersebut diharapkan meningkat menjadi 12,1 ton kering per hektare pada tahun keempat.
Direktur Pemasaran dan Manajemen Aset PTPN I (Persero) Arif Budiman mengatakan, hingga pertengahan Agustus 2026, proses identifikasi dan ground checking areal pengembangan telah mencapai 100 persen.
Saat ini, persiapan benih, pembukaan lahan, dan proses perizinan terus dipercepat.
"Kami memastikan persiapan lapangan dan proses administrasi berjalan secara paralel. Dukungan Holding Perkebunan Nusantara dan pemerintah daerah melalui kebijakan yang mempermudah proses menjadi faktor penting untuk menjaga kecepatan implementasi di lapangan," ujar Arif.
Bangun Ekosistem dari Hulu ke Hilir
PTPN Group tidak hanya berfokus pada peningkatan luasan tanam. Pengembangan bawang putih juga diarahkan untuk membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Ekosistem tersebut mencakup perbenihan, produksi, teknologi budidaya, pengolahan hingga pemasaran. Dalam pelaksanaannya, PTPN Group melibatkan pemerintah pusat dan daerah, petani, akademisi, BUMN, serta pelaku usaha.
Baca juga : Rajiv Puji Langkah Kapolri Percepat Swasembada Bawang Putih
Di Jawa Barat, koordinasi dengan pemerintah daerah telah dilakukan untuk memastikan kesiapan kawasan pengembangan.
PTPN Group juga mengembangkan konsep budidaya bawang putih yang lebih ramah lingkungan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Riset Perkebunan Nusantara.
Kolaborasi tersebut mencakup penguatan teknologi budidaya serta pengujian varietas bawang putih yang adaptif terhadap karakteristik lahan.
Denaldy mengatakan, pembangunan ekosistem menjadi kunci agar pengembangan bawang putih tidak berhenti pada peningkatan produksi.
"Yang ingin kita bangun adalah industri bawang putih nasional yang sehat, berkelanjutan, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia," tegasnya.
Pada 2026, pengembangan bawang putih ditargetkan mencapai 10 ribu hektare. Luasan tersebut kemudian akan diperluas secara bertahap hingga mencapai 24 ribu hektare sepanjang 2026-2029.
Program ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi bawang putih nasional sekaligus memperkuat rantai pasok dan membuka peluang ekonomi bagi petani serta pelaku usaha.
Melalui optimalisasi lahan, penyediaan benih berkualitas, penerapan teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, PTPN Group menargetkan pengembangan bawang putih tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya