Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Profil Jay Herdman, Putra Pelatih Timnas yang Jadi Andalan Baru Bali United
- Barcelona Tutup Pramusim dengan Gelar Joan Gamper Trophy 2026
- Fitrah Maulana Bangga Bawa Persib Juara Dewata Challenge Series
- STY Puji Perkembangan Persija Usai Laga Uji Coba Di Thailand
- Gabung Klub Arab Saudi, Kakak Pemain Persib Dibanderol Rp1,4 T
Rajiv Puji Langkah Kapolri Percepat Swasembada Bawang Putih
Kamis, 20 Agustus 2026 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR Rajiv mengapresiasi langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung percepatan swasembada pangan melalui panen raya dan penanaman bawang putih secara serentak di sejumlah daerah.
Apresiasi itu disampaikan menyusul kegiatan panen raya sekaligus penanaman bawang putih yang digelar jajaran Polri di Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (19/8/2026).
Rajiv menilai, langkah tersebut menunjukkan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo responsif dan cepat menangkap arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan serta kemandirian pangan nasional, khususnya melalui swasembada bawang putih.
“Saya mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit beserta seluruh jajaran Polda dan Polres yang bergerak cepat merespons cita-cita Presiden mewujudkan swasembada pangan, khususnya bawang putih,” ujar Rajiv dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Baca juga : Kapolri Tanam Bawang Putih Serentak Di 14 Polda
Menurut dia, hal menarik dari kegiatan tersebut bukan hanya luas lahan yang ditanami, tetapi juga kemampuan Polri menggerakkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan ribuan petani secara serentak di berbagai wilayah.
Rajiv mengatakan, program penanaman serentak penting karena swasembada pangan membutuhkan perluasan basis produksi, peningkatan produktivitas petani, kesinambungan musim tanam, serta dukungan rantai pasok dari hulu hingga hilir.
“Dari Sembalun, kita melihat contoh konkret. Hari ini ada panen dari 105 hektare dengan potensi sekitar 1.050 ton, tetapi pada saat bersamaan juga dipersiapkan siklus produksi berikutnya melalui penanaman baru seluas 120 hektare,” katanya.
Ia menegaskan, swasembada pangan harus dibangun sebagai proses berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial dalam satu momentum panen.
Baca juga : Kuasa Hukum Sebut Febrie Minta Barang Pribadi dan Keluarga Dikembalikan
Berdasarkan informasi Divisi Humas Polri, panen di Sembalun tersebut disertai penanaman serentak di 14 wilayah Polda dengan total luas mencapai 279,53 hektare. Areal tersebut berpotensi menghasilkan hampir 2.800 ton bawang putih saat memasuki masa panen.
Produksi tersebut juga melibatkan 2.174 petani yang tergabung dalam 110 kelompok tani. Rajiv menilai keterlibatan petani menjadi salah satu aspek strategis dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Angka 2.174 petani yang terlibat dan potensi panen hampir 2.800 ton bawang putih harus kita lihat sebagai sesuatu yang sangat penting. Tujuan besar ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar menghasilkan komoditas, tetapi juga memperkuat kapasitas petani sebagai pelaku utama produksi pangan nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rajiv berharap, program tersebut terus dikembangkan melalui pendampingan budidaya, penggunaan benih berkualitas, peningkatan produktivitas, kepastian pasar setelah panen, pembangunan sarana penyimpanan, serta pengaturan kalender tanam sesuai karakteristik setiap daerah.
Baca juga : Polri Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie, Nyatakan Penetapan Tersangka Sah
Menurut dia, langkah tersebut penting agar perluasan areal tanam benar-benar menghasilkan peningkatan produksi secara berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan ketergantungan Indonesia pada impor bawang putih.
“Saya berharap langkah yang telah dimulai Kapolri dan jajarannya tidak berhenti pada penanaman. Tantangan berikutnya adalah menjaga produktivitas, memastikan hasil panen terserap dengan baik, menjaga harga yang menguntungkan petani, dan membangun ekosistem bawang putih nasional dari hulu sampai hilir,” katanya.
Rajiv menegaskan, konsistensi dalam pengawalan program, perluasan keterlibatan petani, dan peningkatan produktivitas akan menjadi kunci untuk memperkuat basis produksi bawang putih nasional.
“Kalau konsistensi ini dapat dijaga, kontribusinya terhadap kemandirian pangan Indonesia akan semakin nyata,” tegas legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat II itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya