Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
FSPPB Dorong PDSI Jadi National Drilling Champion Indonesia
Rabu, 26 Agustus 2026 14:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menegaskan bahwa proses transformasi dan penataan ulang (streamlining) di lingkungan Pertamina Subholding Upstream harus menjadi momentum untuk memperkuat kapabilitas strategis perusahaan, terutama pada sektor pengeboran migas nasional.
Dalam konteks tersebut, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dinilai memiliki modal, kompetensi, pengalaman, sumber daya manusia, teknologi, serta skala operasi yang kuat untuk dikembangkan sebagai National Drilling Champion Indonesia.
Penguatan kapabilitas pengeboran dipandang sebagai bagian penting dalam mendukung peningkatan produksi migas, penemuan cadangan baru, serta keberlanjutan operasi hulu yang bermuara pada ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
Pandangan ini mengemuka dalam Sarasehan Energi HUT ke-16 Serikat Pekerja PT Pertamina Drilling Services Indonesia (SP PDSI) yang diselenggarakan di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) PDSI, Mundu, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).
Forum tersebut dihadiri oleh Presiden FSPPB Arie Gumilar, aktivis energi Ugan Gandar, Ketua Umum SP PDSI Rahmat Wijaya, VP Human Capital PDSI Abimanyu Suryadi, Corporate Secretary Pertamina Drilling Contractor (PDC) Ani Aryani.
Hadir juga pengamat energi nasional Sofyano Zakaria, Ferdinand Hutahaean, Salamuddin Daeng dan Marwan Batubara.
Baca juga : Pertamina Salurkan Bantuan ke 28 Posko Mandiri Korban Bencana NTT
Serta perwakilan serikat pekerja konstituen FSPPB untuk membahas masa depan bisnis pengeboran dan posisi strategis PDSI dalam ekosistem hulu migas.
Ketua Umum SP PDSI Rahmat Wijaya
Arie Gumilar menegaskan bahwa FSPPB mendukung setiap langkah transformasi Pertamina sepanjang dilakukan berdasarkan rasionalitas bisnis serta diarahkan untuk membuat Pertamina semakin kuat, efisien, produktif, terintegrasi, dan memiliki daya saing yang tinggi.
"Streamlining tidak boleh berhenti pada pengurangan struktur atau peleburan entitas. Ukurannya adalah apakah transformasi tersebut menghasilkan Pertamina yang lebih kuat, lebih efisien, lebih produktif, lebih andal, serta mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perusahaan, negara, dan rakyat Indonesia," ujar Arie.
Aset Pengetahuan dan Skala Operasi
FSPPB menilai, salah satu aset terpenting yang dimiliki PDSI bukan hanya rig dan peralatan fisik pengeboran, melainkan juga modal intelektual (intellectual capital) yang telah dibangun Pertamina selama puluhan tahun.
"Yang harus kita jaga bukan hanya rig atau aset fisiknya. Yang jauh lebih penting adalah ekosistem pengetahuan dan kompetensi yang telah dibangun Pertamina selama puluhan tahun. Engineering capability, pengalaman operasi, teknologi, HSSE culture, dan insan drilling adalah strategic intellectual capital bangsa," tegas Arie.
Keberadaan Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Indramayu menjadi instrumen strategis untuk memastikan regenerasi dan kesiapan tenaga ahli pengeboran nasional melalui pelatihan, asesmen, dan sertifikasi terstruktur.
Baca juga : IDE Indonesia dan Pertamina Gas Negara Hadirkan Sekolah Masa Depan di Tarakan
Selain SDM, PDSI memiliki kekuatan pada skala operasi dengan armada 58 unit rig untuk mendukung operasi pengeboran darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore).
Konsolidasi kapabilitas ke dalam satu entitas yang terfokus dinilai sejalan dengan tujuan efisiensi.
"Efisiensi bukan berarti menghilangkan capability. Efisiensi adalah bagaimana capability yang kita miliki dikonsolidasikan, dioptimalkan, dan dibuat semakin produktif. Dengan skala yang kuat, PDSI mempunyai ruang besar untuk menjadi center of excellence pengeboran Pertamina sekaligus Indonesia," kata Arie.
VP Human Capital PDSI Abimanyu Suryadi
Menjawab Tantangan Hulu Migas
Lebih lanjut, FSPPB memandang konsep National Drilling Champion tidak sebatas ukuran aset perusahaan, melainkan kemampuan menyediakan solusi pengeboran yang aman, andal, efisien, kompetitif, adaptif, serta berbasis teknologi maju di lapangan yang kompleks.
"National Drilling Champion bukan tentang membesarkan satu perusahaan untuk kepentingan perusahaan itu sendiri. Ini adalah tentang membangun dan menjaga strategic national capability," tuturnya.
Arie menambahkan, keberadaan kapasitas pengeboran mandiri sangat menentukan ketahanan energi suatu negara agar tidak bergantung pada pihak luar.
Baca juga : Sapa Pelanggan, Iwan Bule Pastikan Stok BBM Aman di 2 SPBU Banyuwangi
"Negara yang ingin memiliki ketahanan energi harus memiliki kemampuan menemukan cadangan, mengebor, mengembangkan lapangan, dan menjaga produksinya. Semakin kuat kemampuan drilling Pertamina, semakin kuat pula kemampuan Indonesia menjaga keberlanjutan produksi migas dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak lain," lanjutnya.
Oleh karena itu, FSPPB menyepakati pentingnya transformasi yang objektif, transparan, dan terukur tanpa mengorbankan kompetensi dasar yang telah dibangun puluhan tahun.

"Kami mendukung perubahan yang membuat Pertamina semakin baik. Tetapi transformasi harus memperkuat capability, bukan justru menghilangkannya. Kompetensi yang sudah dibangun puluhan tahun harus menjadi fondasi untuk membawa Pertamina naik kelas," tegas Arie.
Dalam jangka panjang, PDSI diharapkan tidak hanya melayani kebutuhan Pertamina Group dan industri domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional saat menangani tantangan eksplorasi wilayah baru (new frontier), laut dalam (deepwater), hingga sumber daya non-konvensional.
"Visinya harus lebih jauh. PDSI jangan hanya menjadi drilling company Pertamina. Kita harus membangun PDSI menjadi National Drilling Champion Indonesia yang suatu saat berdiri sejajar dengan perusahaan drilling kelas dunia," tegas Arie.
FSPPB meyakini penguatan PDSI sebagai National Drilling Champion merupakan bagian dari strategi memperkuat Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang terintegrasi, meningkatkan produksi migas, menjaga ketahanan energi. Sekaligus memastikan kemampuan strategis pengelolaan energi tetap dimiliki dan dikembangkan Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya