Dark/Light Mode

Jasa Raharja Kembangkan AI Untuk Petakan Risiko Dan Cegah Kecelakaan Lalu Lintas

Jumat, 28 Agustus 2026 13:10 WIB
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan pemanfaatan AI untuk memperkuat perlindungan dan pencegahan kecelakaan lalu lintas. Dok. Jasa Raharja
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan pemanfaatan AI untuk memperkuat perlindungan dan pencegahan kecelakaan lalu lintas. Dok. Jasa Raharja

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Jasa Raharja mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memperkuat perlindungan masyarakat. Teknologi tersebut tidak hanya digunakan untuk mempercepat pelayanan kepada korban kecelakaan, tetapi juga dikembangkan untuk memetakan risiko dan membantu mencegah kecelakaan lalu lintas.

Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, pemanfaatan AI merupakan bagian dari transformasi digital perusahaan untuk menghadirkan perlindungan publik yang lebih cepat, tepat, sekaligus berorientasi pada pencegahan.

Hal itu disampaikan Awaluddin dalam sesi panel bertajuk “AI Mobility & Transportation Ecosystems” pada AI Indonesia Initiative Forum (AIIF) 2026 di Aula Timur Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026).

“Transformasi digital harus membawa perubahan nyata terhadap cara kita melindungi masyarakat. Dengan dukungan data dan AI, Jasa Raharja ingin bergerak dari pendekatan yang bersifat responsif menuju perlindungan yang semakin prediktif, preventif, dan preskriptif,” kata Awaluddin.

Menurut dia, Jasa Raharja memiliki ekosistem pelayanan yang terhubung dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kepolisian, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, rumah sakit, Samsat, hingga institusi terkait lainnya.

Baca juga : Jasa Raharja Perkuat Manajemen Risiko Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Integrasi dan kolaborasi data dari berbagai institusi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem perlindungan masyarakat berbasis teknologi.

Salah satu penerapannya dilakukan melalui JR-Care yang dikembangkan untuk mempercepat pelayanan kepada korban kecelakaan. Melalui proses digitalisasi dan verifikasi dokumen, data korban serta informasi medis dapat diproses secara lebih cepat, konsisten, dan akurat sehingga penerbitan surat jaminan dapat dilakukan dengan lebih efisien.

“Teknologi harus membuat korban semakin mudah memperoleh pelayanan. Prinsipnya tetap berpusat pada manusia. AI membantu proses pengambilan keputusan, tetapi empati, akuntabilitas, dan kepentingan korban harus tetap menjadi pusat dari setiap inovasi,” ujar Awaluddin.

Selain memperkuat layanan JR-Care, Jasa Raharja tengah mengembangkan tiga fokus utama pemanfaatan AI.

Pertama, AI-Based Accident Prediction and Prevention System yang ditujukan untuk memetakan wilayah rawan kecelakaan, mengenali pola kecelakaan, serta memberikan rekomendasi intervensi keselamatan.

Baca juga : Jasa Raharja Perkuat Komitmen Keselamatan Di HUT Ke-81 RI

Kedua, AI Predictive Collection untuk membantu memetakan tingkat kepatuhan masyarakat dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Ketiga, AI Medical Claim and Fraud Intelligence yang digunakan untuk mendukung proses validasi klaim medis, mendeteksi anomali, menentukan prioritas pemeriksaan, serta memperkuat tata kelola pelayanan secara objektif dan akuntabel.

Meski demikian, Awaluddin menekankan bahwa peningkatan pemanfaatan AI harus diiringi tata kelola yang kuat. Menurutnya, perlindungan data pribadi, keamanan siber, transparansi penggunaan teknologi, mitigasi bias algoritma, serta pengawasan manusia menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Kecepatan inovasi tidak boleh melampaui kesiapan tata kelolanya. AI harus dikembangkan secara aman, bertanggung jawab, dan dapat dipertanggungjawabkan karena teknologi ini digunakan untuk mendukung pelayanan yang menyangkut keselamatan dan perlindungan masyarakat,” tegasnya.

Awaluddin menilai persoalan keselamatan transportasi juga tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi maupun satu moda transportasi. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, regulator, operator transportasi, industri asuransi sosial, fasilitas kesehatan, akademisi, dan pengembang teknologi.

Baca juga : Semarak HUT RI, Jasa Raharja Edukasi Warga Keselamatan Berlalu Lintas

Kolaborasi lintas sektor tersebut diperlukan agar data dari berbagai bidang dapat diolah menjadi pemahaman bersama mengenai pola mobilitas dan risiko keselamatan. Dengan demikian, kebijakan dan program pencegahan kecelakaan dapat disusun secara lebih akurat serta berbasis bukti.

“Masa depan perlindungan publik berbasis AI hanya dapat dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan para inovator,” sebut Awaluddin.

Melalui keikutsertaannya dalam AI Indonesia Initiative Forum 2026, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pemanfaatan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.