Dark/Light Mode

Kirim 1.000 Ton Beras Premium Ke Malaysia

Bulog Bidik Peluang Ekspor Senilai Rp 3,3 T

Senin, 31 Agustus 2026 06:45 WIB
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)

 Sebelumnya 
Selain Sarawak, terdapat peluang ekspor ke wilayah Semenanjung Malaysia dengan potensi permintaan sekitar 1,5 juta hingga 1,7 juta ton. Meski demikian, Bulog masih menunggu permintaan dan kepastian izin dari Pemerintah Malaysia sebelum meningkatkan jumlah pengiriman.

Rizal menegaskan, prioritas Bulog tetap menjaga ketahanan pangan nasional. Namun, ketika stok kuat dan kebutuhan dalam negeri aman, Bulog memiliki ruang untuk mengembangkan bisnis komersial, termasuk ekspor beras premium.

“Termasuk ekspor beras premium,” tuturnya.

Baca juga : Dari Jalan Santai Menuju Senayan, Hanura Kalsel Panaskan Mesin

Pengembangan ekspor, lanjut Rizal, akan dilakukan secara terukur dengan memperhatikan perkembangan stok dan kebutuhan beras nasional. Bagi Bulog, langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk memperkuat bisnis komersial, memperluas jaringan pasar dan meningkatkan daya saing produk pangan Indonesia di tingkat regional maupun global.

Kerja sama tersebut juga menjadi momentum pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rizal menilai, pada usia ke-81 tahun kemerdekaan, Indonesia menunjukkan kemandirian pangan yang semakin kuat. Kondisi tersebut membuka ruang bagi Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi dalam perdagangan pangan regional.

Baca juga : Pemerintah Siap Cetak Arsitek Semikonduktor

Ke depan, Bulog akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan mitra strategis di dalam maupun luar negeri untuk menjaga keseimbangan antara ketahanan pangan, stabilitas pasokan, kesejahteraan petani dan pengembangan pasar komersial.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, kekuatan cadangan beras Pemerintah menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Menurut Amran, ekspor bukan berarti Pemerintah mengurangi perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca juga : Daya Beli Warga Lagi Turun Tarif Parkir Jangan Dikerek

“Ekspor dilakukan karena kondisi beras kita sudah aman. Stok beras mencapai sekitar 5,2 juta ton. Prioritas utama tetap kebutuhan dalam negeri,” katanya.

Amran menegaskan, salah satu hal penting dalam kerja sama tersebut adalah kesepakatan harga beras.

“Harga sudah sepakat, kan ini yang negonya lama, harganya Rp 17.000 per kilogram,” tukas Amran. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.