Dark/Light Mode

Inflasi Agustus 2026 Terkendali 3,19 Persen, BI: Masih Sesuai Sasaran

Selasa, 1 September 2026 21:15 WIB
Inflasi diyakini akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027. (Foto: dok. BI)
Inflasi diyakini akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027. (Foto: dok. BI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2026 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK pada Agustus 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,21 persen (mtm), sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 3,19 persen (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengatakan, inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID). Ini juga terkait dengan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.

"Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027," kata Ramdan dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Inflasi Inti Dipicu Emas Perhiasan 

Inflasi inti pada Agustus 2026 tercatat sebesar 0,21 persen (mtm), lebih tinggi dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,14 persen (mtm).

Baca juga : DPR Sahkan Destry Jadi Gubernur BI, Pastikan Terus Lakukan Pengawasan

Inflasi inti tersebut disumbang terutama oleh komoditas emas perhiasan, seiring peningkatan harga komoditas emas global di tengah ekspektasi inflasi yang tetap terjaga.

Secara tahunan, inflasi inti pada Agustus 2026 tercatat sebesar 2,92 persen (yoy), lebih tinggi dibanding dengan realisasi bulan sebelumnya yang mencapai 2,76 persen (yoy).

Inflasi Volatile Food Dipicu Daging Ayam 

Kelompok volatile food atau bahan pangan yang harganya mudah bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,88 persen (mtm) pada Agustus 2026. Lebih tinggi dibanding realisasi pada bulan sebelumnya yang tercatat deflasi sebesar 1,68 persen (mtm).

Inflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas daging ayam ras, cabe rawit, dan beras. Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 4,06% (yoy), lebih tinggi dibanding realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,52 persen (yoy).

Baca juga : DPR Sahkan Dewan Gubernur BI Periode 2026-2031

"Inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali, didukung oleh sinergi erat pengendalian inflasi Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID, serta implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS)," papar Ramdan.

Deflasi Kelompok Administered Prices

Kelompok administered prices pada Agustus 2026 mengalami deflasi sebesar 0,33 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan realisasi pada bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 0,25 persen (mtm).

Deflasi terutama disumbang oleh komoditas tarif angkutan udara dan bensin, seiring dengan penurunan harga avtur dan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Turbo.

Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi sebesar 3,32 persen (yoy), lebih rendah dibanding inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 3,58 persen (yoy).

Baca juga : Misbakhun Harap Pimpinan Baru BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja

 
 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.