Dark/Light Mode

Buntut El Nino, Harga Sembako Merangkak Naik

Kamis, 3 September 2026 08:16 WIB
Pedagang merapikan cabe merah di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (7/3/2026). (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)
Pedagang merapikan cabe merah di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (7/3/2026). (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dampak El Nino mulai terasa di pasar. Harga sejumlah bahan pokok atau sembako perlahan merangkak naik seiring terganggunya produksi dan pasokan.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, Rabu (2/9/2026), harga cabe rawit merah mencatat kenaikan tertinggi. Komoditas tersebut melonjak 11,08 persen menjadi Rp 82.200 per kilogram (kg).

Harga cabe merah keriting juga naik 7,2 persen menjadi Rp 56.550 per kg. Sementara cabe rawit hijau meningkat 4,93 persen menjadi Rp 61.750 per kg dan cabe merah besar naik 3,6 persen menjadi Rp 51.750 per kg.

Kenaikan turut terjadi pada komoditas protein hewani. Harga daging ayam ras segar naik 0,35 persen menjadi Rp 42.600 per kg, sedangkan telur ayam ras meningkat 0,68 persen menjadi Rp 29.600 per kg.

Harga daging sapi kualitas I juga naik 0,2 persen menjadi Rp 152.050 per kg. Sementara daging sapi kualitas II meningkat 0,11 persen menjadi Rp 142.750 per kg.

Baca juga : Prabowo Tamu Spesial Putin

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP Ikappi) Reynaldi Sarijowan membenarkan, kenaikan harga sejumlah bahan pokok tersebut. Menurut dia, gangguan produksi akibat El Nino mulai memengaruhi pasokan di pasar.

“Produksi mulai terganggu El Nino. Sementara permintaan normal,” ujar Reynaldi kepada Rakyat Merdeka, Rabu (2/9/2026).

Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabe Indonesia (AACI) Abdul Hamid mengatakan, kenaikan harga cabe dipicu berkurangnya pasokan. Selain dampak El Nino, sejumlah daerah juga mulai memasuki masa jeda panen. “Harga cabe rawit di petani sudah Rp 50.000 per kg,” ujarnya.

Menurut Hamid, kenaikan harga masih berpotensi berlanjut pada awal September 2026. Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak berlangsung lama seiring masuknya masa panen berikutnya.

Ancaman El Nino juga menjadi perhatian Badan Pusat Statistik (BPS). Fenomena cuaca tersebut diperkirakan berpotensi bertahan hingga awal 2027.

Baca juga : Dipastikan Gus Ipul, Istana Tidak Intervensi Pemilihan Ketum PBNU

“Tentunya kondisi tersebut perlu menjadi perhatian,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menurut Ateng, gangguan cuaca dapat berdampak langsung terhadap produksi dan ketersediaan pasokan pangan. Jika pasokan terganggu, tekanan harga di tingkat konsumen berpotensi meningkat.

Kekhawatiran tersebut mulai tercermin dalam perkembangan inflasi Agustus 2026. BPS mencatat inflasi bulanan sebesar 0,21 persen.

Sementara kelompok harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi lebih tinggi, yakni 0,88 persen. Kelompok tersebut bahkan memberikan andil sebesar 0,15 persen terhadap inflasi Agustus.

Sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang tekanan harga, di antaranya daging ayam ras, cabe rawit, dan beras. Beras dan cabe rawit masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

Baca juga : Asap Karhutla Tembus Filipina

Pemerintah berupaya menjaga agar harga pangan tidak bergerak terlalu tinggi maupun jatuh terlalu rendah. Keseimbangan antara daya beli konsumen dan keberlangsungan usaha petani serta peternak menjadi perhatian.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, harga pangan di tingkat konsumen diharapkan tetap berada di sekitar harga acuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, produsen tetap memperoleh keuntungan, sementara masyarakat mendapatkan harga yang terjangkau.

“Produsen tidak rugi dan bisa terus berproduksi, konsumen juga mendapatkan harga yang sesuai dengan kemampuan daya belinya,” ujarnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (2/9/2026). [MEN/BYU]

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.