Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sudah Mundur, Carlos Queiroz Kembali Tangani Ghana
- PBSI Bawa 20 Pemain ke Asian Games 2026, Beregu Putra Dipatok Emas
- Dion Markx Siap Buktikan Kualitas Bersama Persita
- Gempa M4,3 di Cianjur-Bandung Dipicu Sesar Cisokan, Ini Penjelasan Pakar
- Gempa Laut M4,4 Guncang Pacitan Terasa Sampai Malang Hingga Tulungagung
Tak Naikkan Tarif Listrik & BBM Subsidi, Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Kamis, 3 September 2026 08:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memutuskan tidak menaikkan tarif dasar listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Keputusan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
"Demi menjaga daya beli masyarakat, serta mendukung stabilitas ekonomi nasional, Pemerintah memutuskan tarif listrik triwulan III-2026 tetap atau tidak naik," ucap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, penyesuaian tarif listrik bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi sejatinya dapat dilakukan setiap tiga bulan. Perubahan tarif tersebut mengacu pada empat parameter ekonomi makro, yakni kurs rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Batu Bara Acuan (HBA).
Untuk periode kuartal III-2026, parameter yang digunakan merupakan realisasi periode Februari-April 2026 yang mencatat kurs sebesar Rp 16.959,32 per dolar AS, ICP 96,12 dolar AS per barel, inflasi 0,21 persen, dan HBA 70 dolar AS per ton (sesuai kebijakan Domestic Market Obligation/DMO batu bara). Meski secara formula terdapat potensi perubahan tarif, Pemerintah memutuskan untuk mempertahankan tarif listrik guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Baca juga : Prabowo Tamu Spesial Putin
Bahlil mengatakan, selain untuk pelanggan nonsubsidi, kebijakan ini juga berlaku bagi 24 golongan pelanggan bersubsidi yang juga dipastikan tidak mengalami perubahan tarif listrik. Seperti pelanggan sosial, rumah tangga miskin, bisnis kecil, industri kecil, hingga pelaku UMKM.
"Pemerintah berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, terjangkau, dan berkeadilan. Kebijakan tarif tetap ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan layanan kelistrikan tetap berkelanjutan," terangnya.
Selain listrik, Bahlil juga memastikan tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga Desember 2026. "Apa pun yang terjadi, saya menyampaikan bahwa harga BBM subsidi, tidak akan kita naikkan," kata Ketua Umum Partai Golkar ini.
Sedangkan untuk BBM nonsubsidi, Pemerintah tidak mengatur harga. Penentuan harga Pertamax dan Dex Cs mengikuti mekanisme pasar.
Baca juga : Buntut El Nino, Harga Sembako Merangkak Naik
Pertamina Patra Niaga telah menyesuaikan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi. Seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite mulai 1 September 2026 pukul 00.00 WIB. Sementara harga Pertamax (RON 92) tidak mengalami perubahan atau tetap di harga Rp 15.950 per liter.
Harga Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp 18.300 menjadi Rp 19.600 per liter, Dexlite naik dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter, dan Pertamina Dex naik dari Rp 21.150 menjadi Rp 25.200 per liter.
Pertamina Patra Niaga kemudian melakukan penyesuaian harga produk BBM Pertamax Green 95 mulai 2 September 2026 pukul 00.00 WIB. Harga Pertamax Green 95 naik dari Rp 16.600 menjadi Rp 19.150 per liter.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, keputusan penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan kewenangan Pertamina. Ia menekankan, mekanisme penentuan harga Pertamax merupakan keputusan bisnis dan sesuai dengan harga pasar, sehingga tidak ditentukan oleh Pemerintah.
Baca juga : Dipastikan Gus Ipul, Istana Tidak Intervensi Pemilihan Ketum PBNU
"Kalau untuk Pertamax itu kan prinsipnya sesuai dengan harga pasar," tegas Yuliot, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan, penyesuaian harga Pertamax Green 95 dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian harga BBM nonsubsidi. "Penyesuaian ini mengikuti harga sejumlah produk BBM Non Subsidi yang telah dilakukan sebelumnya," ujar Kitty dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya