Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Guru Pesisir Kutai Kartanegara Raih Fulbright DAI ke Amerika
Kamis, 10 September 2026 20:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Guru Bahasa Inggris di pesisir Kutai Kartanegara, Nurul Fitriana, meraih Fulbright DAI setelah mengikuti pembinaan CSR PHM.
Nurul Fitriana, Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 06 Anggana, Desa Sepatin, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terpilih sebagai penerima Fulbright Distinguished Awards in Teaching Program for International Teachers (Fulbright DAI) 2025.
Program tersebut memberinya kesempatan mengikuti pengembangan profesional selama enam bulan atau satu semester di Indiana University of Pensylvania, Amerika Serikat, mulai Agustus 2025.
Nurul mengetahui program tersebut melalui akun media sosial American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF).
Keberhasilan Nurul merupakan salah satu hasil Program CSR PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melalui Sekolah Negeri Terapung.
Program itu dikembangkan untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat pesisir di Kecamatan Anggana.
Head Communication Relations & CID PHM Achmad Krisna Hadiyanto mengatakan, keberhasilan Nurul menunjukkan dampak dukungan program terhadap pengembangan kapasitas guru di wilayah pesisir Delta Mahakam.
Baca juga : Kapal Tenggelam di Delta Mahakam, Tim PHM Selamatkan 6 Awak
“Pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan dukungan kami terhadap peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi guru dan siswa di wilayah pesisir Delta Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).
Menurut Achmad, masyarakat pendidikan di Desa Muara Pantuan, Sepatin, dan Tani Baru, Kecamatan Anggana, masih menghadapi tantangan geografis.
Guru dan siswa harus menggunakan perahu kecil tradisional atau ketinting untuk menuju sekolah.
“Di wilayah ini, guru dan siswa harus menggunakan perahu kecil tradisional atau ketinting untuk menuju sekolah. Keterbatasan sarana pembelajaran dan tenaga pengajar juga menjadi tantangan bagi sekolah di wilayah pesisir Delta Mahakam tersebut,” jelasnya.
Program Sekolah Negeri Terapung tidak hanya menyediakan dukungan sarana pendidikan, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran.
Kegiatannya mencakup pendampingan Guru Penggerak dan komunitas belajar, beasiswa, program Sarjana Pesisir, pelatihan guru dan siswa, serta PHM Mengajar.
“Salah satu hasilnya terlihat dari penguatan kapasitas para guru. Pada periode 2024–2025, sebanyak 39 guru mengikuti peningkatan kapasitas melalui 27 pelatihan. Pada periode yang sama, empat lulusan program Sarjana Pesisir kembali ke wilayah asalnya untuk berkontribusi di desa,” ungkapnya.
Baca juga : PHM Rampungkan Proyek SNB AOI 1-3-5, Pasokan Gas Makin Andal
Pada periode yang sama, program CSR tersebut meraih 241 penghargaan yang terdiri dari 217 penghargaan siswa dan 24 penghargaan guru, mulai tingkat kecamatan hingga internasional.
General Manager PHM Muzwir Wiratama mengatakan, Program Sekolah Negeri Terapung diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya memberikan dukungan sarana dan akses, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan siswa.
“Capaian Ibu Nurul Fitriana melalui Fulbright DAI menjadi salah satu contoh bahwa ketika guru mendapatkan ruang untuk berkembang, dampaknya tidak berhenti pada individu, tetapi dapat kembali memberikan manfaat bagi sekolah, peserta didik, dan masyarakat,” ujar Wira, panggilan karib General Manager PHM.
Selain peningkatan kapasitas akademik, PHM juga mendukung pengembangan lingkungan sekolah, infrastruktur pendidikan, kesehatan, pelestarian budaya, serta pemanfaatan energi terbarukan.
Di bidang lingkungan dan infrastruktur, Program Sekolah Negeri Terapung mendukung pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total 6,7 kilowatt peak (kWp) di dua sekolah.
Fasilitas tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada generator diesel.
Program itu diproyeksikan menurunkan emisi sebesar 7,638 ton karbon dioksida (CO₂) per tahun dan mengurangi penggunaan bahan bakar sekitar 3.600 liter per tahun.
Baca juga : PHM dan TNI AL Perkuat Pengamanan Obvitnas Hulu Migas di Mahakam
Wira mengatakan dukungan terhadap pendidikan di wilayah pesisir dirancang untuk menjawab kebutuhan secara menyeluruh, mulai dari akses, kualitas pembelajaran, kapasitas tenaga pengajar hingga lingkungan pendukung pendidikan.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, kami ingin dukungan yang diberikan dapat membangun kapasitas dan membuka lebih banyak kesempatan bagi guru dan siswa untuk berkembang, termasuk menghasilkan prestasi yang dapat membawa nama wilayah pesisir hingga tingkat yang lebih luas,” pungkasnya.
PT Pertamina Hulu Mahakam merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8 yang mengelola operasi dan bisnis hulu minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.
PHM menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan tanggap bencana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya