Dark/Light Mode

PHM dan TNI AL Perkuat Pengamanan Obvitnas Hulu Migas di Mahakam

Selasa, 11 Agustus 2026 18:49 WIB
PHM bersama SKK Migas dan TNI Angkatan Laut memperkuat sinergi pengamanan fasilitas operasi migas lepas pantai di Wilayah Kerja Mahakam guna menjaga keandalan operasi dan ketahanan energi nasional.
PHM bersama SKK Migas dan TNI Angkatan Laut memperkuat sinergi pengamanan fasilitas operasi migas lepas pantai di Wilayah Kerja Mahakam guna menjaga keandalan operasi dan ketahanan energi nasional.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memperkuat sinergi dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam pengamanan aset hulu migas yang berstatus Objek Vital Nasional (Obvitnas).

Penguatan sinergi itu dilakukan melalui kunjungan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Balikpapan ke fasilitas operasi migas lepas pantai Bekapai, sekitar 60 kilometer lepas pantai sebelah utara Kota Balikpapan, pada 22 Juli 2026.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama pengamanan aset hulu migas PHM sekaligus memastikan keberlangsungan operasi yang aman, andal, dan ramah lingkungan untuk mendukung ketahanan energi nasional.

General Manager PHM Setyo Sapto Edi menyambut langsung Danlanal Balikpapan Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo S.A.P. beserta tim.

Turut hadir Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) Haryanto Syafri beserta jajaran manajemen SKK Migas Kalsul.

Baca juga : PHM Ubah Sampah Makanan Jadi Pakan Ternak, Dorong Ekonomi Sirkular Warga

Setyo mengatakan, keberhasilan operasi hulu migas tidak hanya ditentukan oleh keandalan fasilitas dan kompetensi pekerja, tetapi juga sinergi antara perusahaan, regulator, dan aparat keamanan, termasuk TNI AL.

“Sebagai pengelola aset hulu migas yang merupakan Obvitnas, PHM membutuhkan sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk SKK Migas dan TNI Angkatan Laut, agar operasi dapat berjalan secara selamat, andal, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini sangat penting dalam melindungi aset strategis negara sekaligus menjaga pasokan energi nasional," ujar Setyo.

Fasilitas Bekapai merupakan salah satu fasilitas produksi lepas pantai strategis di Wilayah Kerja (WK) Mahakam. Fasilitas tersebut memiliki peran dalam mendukung produksi minyak nasional.

Di tengah tantangan pengelolaan lapangan migas yang telah memasuki fase mature field, PHM mengoptimalkan operasi melalui penguatan budaya keselamatan, pemeliharaan aset, inovasi operasional, dan sistem keamanan.

Kepala SKK Migas Kalsul Haryanto Syafri mengapresiasi kinerja PHM dalam menjaga keberlangsungan operasi dan kontribusinya terhadap produksi migas nasional.

Baca juga : PHI Lampaui Target Produksi Migas Triwulan I 2026

Menurut Haryanto, aspek keamanan dan keselamatan kerja menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pengelolaan lapangan migas yang telah berproduksi selama puluhan tahun.

Haryanto mengatakan, PHM masih menjadi salah satu kontributor penting dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Ia juga mengapresiasi upaya PHM menjaga keandalan operasi, mengoptimalkan produksi, serta mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan.

“Sinergi yang erat antara SKK Migas, PHM, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparat keamanan, menjadi faktor penting untuk memastikan target produksi migas nasional dapat tercapai secara berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Danlanal Balikpapan Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo S.A.P. menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan SKK Migas dan PHM dalam menjaga keamanan Obvitnas di wilayah perairan.

Baca juga : Tingkatkan Keandalan Fasilitas Hulu Migas, Produksi Lapangan Handil PHM Naik

"Pengamanan Obvitnas merupakan tanggung jawab bersama. TNI Angkatan Laut siap mendukung pengamanan fasilitas operasi lepas pantai melalui koordinasi yang erat, melakukan patroli keamanan, serta langkah-langkah pencegahan terhadap potensi gangguan. Dengan kolaborasi yang kuat, kami berharap operasional PHM dapat terus berjalan dengan aman sehingga mampu mendukung ketahanan energi untuk Indonesia," tegas Rudhiro.

Kunjungan diawali dengan safety induction sebagai bagian dari komitmen PHM terhadap keselamatan kerja. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kondisi operasional Bekapai, penerapan sistem keselamatan, dan pengelolaan keamanan pada fasilitas produksi lepas pantai yang merupakan aset strategis nasional.

PHM juga memaparkan kegiatan operasional di WK Mahakam, termasuk pengelolaan jaringan pipa migas yang menjadi infrastruktur penting dalam penyaluran energi nasional.

Melalui kunjungan tersebut, PHM, SKK Migas, dan TNI Angkatan Laut menegaskan komitmen memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan keandalan operasi hulu migas.

Kolaborasi itu diharapkan mendukung kelancaran produksi energi nasional sekaligus melindungi aset strategis negara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.