Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PHM Rampungkan Proyek SNB AOI 1-3-5, Pasokan Gas Makin Andal
Kamis, 3 September 2026 20:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), merampungkan Proyek Pengembangan Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5 setelah Platform WPN-5 mulai beroperasi (onstream) pada 24 Agustus 2026.
Pengoperasian platform keenam sekaligus terakhir dalam proyek tersebut ditandai dengan dimulainya produksi Sumur NB-501.
Setelah melalui proses ramp up atau peningkatan produksi secara bertahap, sumur tersebut mencapai produksi 6,12 juta standar kaki kubik gas per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd).
Penyelesaian Proyek SNB AOI 1-3-5 dan beroperasinya Platform WPN-5 menjadi tonggak penting bagi PHM dan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), pemerintah pusat dan daerah, mitra kerja, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Direktur Utama PHI Muharram Jaya Panguriseng menyampaikan kegembiraannya atas pencapaian PHM dalam proyek SNB AOI 1-3-5.
Menurut dia, keberhasilan produksi gas dari proyek tersebut akan mendukung keberlanjutan pasokan gas bagi Indonesia untuk puluhan tahun mendatang.
Baca juga : PGN Amankan Pasokan Gas 5,45 BBTUD dari WK Tungkal hingga 2034
“Di PHI, kami terus berinvestasi dalam pengembangan lapangan migas, seperti pada proyek PHM SNB AOI 1-3-5, sejalan dengan visi dan misi Perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina (Persero) selaku subholding upstream dan holding untuk menyediakan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” jelas Muharram.
Proyek tersebut juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan lapangan dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi dan inovasi, didukung budaya keselamatan serta kolaborasi yang kuat, dapat menghasilkan proyek yang andal untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Pengembangan Sumur NB-502 Setelah WPN-5 beroperasi, PHM masih melanjutkan tahapan pengembangan Sumur NB-502.
Saat ini, tim Well Intervention melakukan pemasangan sand screen untuk mengendalikan pasir dari formasi sekaligus menjaga keandalan produksi.
Setelah tahapan tersebut selesai, sumur akan memasuki proses Put on Production (POP). Tingkat produksinya akan disesuaikan dengan prognosis dan batas operasi mechanical screen untuk menjaga produksi tetap aman dan optimal.
WPN-5 merupakan platform keenam sekaligus terakhir dalam rangkaian Proyek SNB AOI 1-3-5.
Baca juga : PHI dan BOS Foundation Kolaborasi Rehabilitasi Orang Utan di Kalimantan
Sebelumnya, PHM telah mengoperasikan lima platform secara bertahap.
Kelima platform tersebut adalah WPS-4 yang beroperasi pada 4 Desember 2025, WPS-5 pada 21 Februari 2026, WPN-7 pada 23 Maret 2026, WPN-6 pada 5 Juni 2026, dan WPN-8 pada 5 Juli 2026.
Dengan beroperasinya seluruh platform, pengembangan SNB AOI 1-3-5 kini melengkapi rangkaian fasilitas produksi di Lapangan Sisi Nubi.
Proyek tersebut mencakup pembangunan enam jacket, enam topside, tiga extension platform, 18 riser, serta sekitar 22 kilometer pipa bawah laut. Proyek ini membutuhkan sekitar 11.000 metrik ton baja.
Proyek SNB AOI 1-3-5 menjadi salah satu bagian penting dari strategi PHM untuk mempertahankan produksi gas dari Wilayah Kerja (WK) Mahakam yang merupakan lapangan mature.
Pangkas Waktu Pemasangan
Dalam pelaksanaan proyek, PHM menerapkan inovasi rekayasa Suction Pile Foundation, yakni teknologi pemasangan fondasi baja ke dasar laut dengan memanfaatkan tekanan.
Teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi instalasi sekaligus menjaga keandalan struktur lepas pantai.
Baca juga : Antisipasi Karhutla, PHI Perkuat Pemadaman dan Edukasi di Kalimantan
Inovasi itu juga memangkas waktu pemasangan jacket dari sekitar dua minggu menjadi hanya lima hari, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan. Keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fasilitas, tetapi juga dari kemampuan perusahaan dalam menjaga keselamatan, keandalan operasi, serta keekonomian investasi.
Selain menghasilkan tambahan produksi gas, proyek SNB AOI 1-3-5 memberikan dampak berganda (multiplier effect) melalui keterlibatan tenaga kerja lokal, pemanfaatan industri nasional, serta peningkatan kapasitas nasional dalam menjalankan proyek pengembangan lapangan migas yang lebih kompleks.
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8 yang menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.
Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama bagi pemerintah Indonesia yang diwakili SKK Migas, PHM bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan inovasi dan menerapkan teknologi untuk menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan guna mendukung keberlanjutan produksi migas nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya