Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Dewa United Vs Bhayangkara FC, Egy MV Cs Bidik Tren Positif
- Malam Ini, Bhayangkara Waspadai Kekuatan Lini Tengah Dewa United
- Garudayaksa FC Vs Persik, Duel Sengit Dua Tim Berambisi Bangkit
- INFOBRAND FORUM 2026 Bedah Perubahan Perilaku Konsumen Era Digital
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
Pariwisata Dinilai Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Jumat, 11 September 2026 18:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pariwisata dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Kekayaan alam dan budaya yang melimpah menjadi modal kuat, namun potensi tersebut perlu diubah menjadi akses, pengalaman wisata, belanja, investasi, lapangan kerja, hingga kemakmuran masyarakat.
Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia Dr. James Riady mengatakan Indonesia memiliki beragam aset pariwisata, mulai dari pantai, laut, diving, surfing, gunung, hutan, budaya, kuliner hingga masyarakat.
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak lagi cukup hanya membicarakan potensi. Pemerintah dan pelaku usaha perlu membangun ekosistem pendukung agar kekayaan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
“Bagaimana kita mengkonversi keindahan alam menjadi aksesibilitas? Aksesibilitas menjadi pengalaman? Pengalaman menjadi pembelanjaan, pembelanjaan menjadi investasi, dan investasi menjadi kemakmuran?” kata James dalam KADIN Monthly Diplomatic Economic Breakfast di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
James mengatakan sejumlah aspek pendukung masih perlu diperkuat, seperti penerbangan, perhotelan, pemasaran, ritel, transportasi publik, event, restoran, kebersihan, konektivitas, kemudahan perjalanan dan promosi digital.
Keberhasilan pengembangan pariwisata, lanjut dia, juga tidak cukup diukur dari jumlah kunjungan wisatawan. Indikator lainnya mencakup lama tinggal, pengeluaran wisatawan, investasi, penciptaan lapangan kerja dan kunjungan berulang.
Menurut James, pariwisata semakin penting di tengah tekanan pertumbuhan ekonomi global, biaya modal yang masih tinggi dan ruang fiskal pemerintah yang terbatas. Pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola tetap dibutuhkan, tetapi membutuhkan investasi dalam jangka panjang.
Baca juga : Gandung Pardiman: Dampak Erupsi Ancam Pertumbuhan Pariwisata Nasional
“Jika Indonesia ingin mengakselerasi pertumbuhan secara signifikan, kita juga harus mengidentifikasi sektor-sektor yang dapat bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Selain pariwisata, James menyebut kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), teknologi dan perumahan sebagai sektor yang memiliki peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Indonesia, kata dia, perlu mengambil bagian dalam rantai nilai AI, mulai dari energi, pusat data dan infrastruktur komputasi hingga pengembangan aplikasi dan inovasi.
Sementara itu, pembangunan perumahan memiliki efek pengganda terhadap perekonomian karena dapat menggerakkan lapangan kerja, industri material bangunan, pembiayaan, infrastruktur hingga konsumsi rumah tangga.
Khusus sektor pariwisata, James menilai dampaknya relatif cepat dirasakan masyarakat karena melibatkan banyak sektor sekaligus. Hotel, restoran, penerbangan, wisata selam hingga pembelian produk lokal dapat menciptakan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Destinasi wisata yang berkembang juga membuka peluang bagi sektor transportasi, ritel, kuliner, kerajinan, hiburan serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
James menekankan, pengembangan pariwisata Indonesia ke depan tidak boleh hanya bertumpu pada Jakarta dan Bali. Daerah dengan kekayaan alam dan budaya juga perlu mendapatkan perhatian agar manfaat ekonomi pariwisata semakin tersebar.
Baca juga : Dari UMKM hingga Pariwisata, PGN Dorong Desa Bangun Sumber Ekonomi Mandiri
Ia mencontohkan Sumatera Barat yang memiliki kekayaan kuliner, sejarah, pegunungan, pantai, kepulauan dan kawasan surfing. Sementara Papua Tengah memiliki lanskap dan kekayaan alam yang besar, meski masih menghadapi tantangan kelembagaan, infrastruktur, konektivitas dan sumber daya manusia.
Kehadiran Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dalam forum tersebut, menurut James, menunjukkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengembangkan destinasi wisata.
“Pimpinan Kadin Daerah adalah pihak yang paling dekat dengan peluang, paling memahami hambatan di lapangan, serta paling terhubung dengan para wirausahawan yang mampu mengeksekusi peluang,” katanya.
Forum tersebut juga membahas pengalaman pengembangan pariwisata dari berbagai perspektif. Founder Tomorrow Retail Group Kenny Koesoemo membahas meningkatnya wisatawan Asia Tenggara, khususnya Malaysia, yang menikmati wisata urban Jakarta.
Menurutnya, wisatawan tersebut tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga belanja, kuliner dan gaya hidup, termasuk kawasan Blok M. Perjalanan menggunakan Whoosh menuju Bandung juga menjadi bagian dari pengalaman wisata tersebut.
Tren perjalanan wisata tersebut, kata Kenny, banyak berkembang melalui platform digital seperti TikTok dan Instagram.
Pelaku usaha dan perbankan dari Labuan Bajo Werry Tan turut membahas kebutuhan destinasi tersebut untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya. Sejumlah kebutuhan yang disoroti antara lain peningkatan kapasitas hotel dan bandara, pembangunan marina internasional serta infrastruktur bahan bakar.
Baca juga : Kunjungan Wisatawan ke Pangandaran Tembus 2,66 Juta
Sementara itu, CEO Pacto Raty Ning memberikan perspektif mengenai perkembangan industri perjalanan wisata internasional. Duta Besar Singapura dan Duta Besar Qatar juga berbagi pengalaman mengenai konektivitas, event, hospitality, penerbangan, infrastruktur dan pencitraan global.
Forum yang dihadiri perwakilan dari 67 negara, termasuk 39 duta besar dan 28 anggota diplomatik, tersebut menjadi ruang pertemuan Pemerintah, Kadin, pemerintah daerah, investor, pelaku usaha dan komunitas diplomatik.
James mengatakan gagasan yang muncul dari forum tersebut tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk proyek besar. Langkah konkret dapat dimulai dari pembukaan rute penerbangan, pembangunan marina, penyesuaian visa, kampanye media sosial, penataan kawasan perbelanjaan, peningkatan konektivitas bandara hingga pengembangan produk wisata baru.
“Pariwisata bukan sekadar tentang angka kedatangan wisatawan. Pariwisata adalah tentang lapangan kerja, pertumbuhan daerah, penerimaan devisa, kewirausahaan, dan optimisme bangsa,” ujar James.
Ia menegaskan Kadin siap membantu mengubah berbagai gagasan tersebut menjadi aksi nyata. Dengan penguatan ekosistem dan kolaborasi lintas sektor, pariwisata diharapkan dapat memperoleh porsi lebih besar dalam strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya