Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di SBM ITB Industrial Summit 2026
Dirut KAI Ungkap 4 Mesin Pertumbuhan Disiapkan Menuju 2045
Rabu, 19 Agustus 2026 21:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan empat mesin pertumbuhan baru untuk memperkuat bisnis dan meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional hingga 2045.
Strategi tersebut mencakup optimalisasi aset operasional, aset berwujud, kapabilitas, serta teknologi.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memaparkan arah transformasi tersebut dalam SBM ITB Industrial Summit 2026 di Hotel AYANA Midplaza Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Forum yang diselenggarakan School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bekerja sama dengan Adam Smith Business School, University of Glasgow, tersebut mempertemukan pemimpin industri, regulator, investor, dan akademisi untuk membahas transformasi industri serta daya saing ekonomi Indonesia.
Bobby hadir sebagai pembicara dalam Parallel Session – Transportation Sector. Dalam paparannya bertajuk “Growth Beyond the Limits: Transforming Railways for Indonesia’s Economic Future”, Bobby menegaskan bahwa pertumbuhan KAI ke depan perlu dibangun dengan memperluas sumber nilai perusahaan.
Baca juga : Pengiriman Hewan Peliharaan KAI Logistik Capai 90.321 Ekor di Semester I-2026
Pada 2025, KAI Group mencatat volume 503,5 juta pelanggan, meningkat 8,52 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 464 juta pelanggan. KAI juga mencatat sekitar 2,8 juta interaksi pelanggan setiap hari.
“Skala KAI sudah sangat besar. Tantangan sekaligus peluang berikutnya adalah meningkatkan kontribusi aset, teknologi, keahlian, dan basis pelanggan sebagai sumber pertumbuhan baru yang memberi nilai lebih besar bagi perusahaan dan perekonomian,” ujar Bobby.
Saat ini, sekitar 94 persen pendapatan KAI masih berasal dari bisnis transportasi, sementara kontribusi bisnis non-farebox berada di kisaran 6 persen.
Kondisi tersebut menjadi ruang bagi KAI untuk membangun empat mesin pertumbuhan, yakni aset operasional, aset berwujud, aset berbasis kapabilitas, dan aset teknologi.
Kekuatan tersebut didukung sekitar 327,8 juta meter persegi aset lahan perkeretaapian serta basis pelanggan yang besar.
Baca juga : Dirut KAI Paparkan Strategi Layanan Berbasis Voice of Customer
KAI melihat peluang pengembangan melalui optimalisasi kawasan dan properti, Transit-Oriented Development (TOD), layanan digital, maintenance, repair, and overhaul (MRO), manufaktur, serta pengembangan keahlian perkeretaapian.
“Pertumbuhan ke depan harus lebih produktif. KAI perlu semakin kuat dalam operasi, semakin optimal dalam mengelola aset, dan semakin cepat memanfaatkan teknologi,” kata Bobby.
Transformasi tersebut juga diarahkan untuk memperbesar kontribusi kereta api terhadap efisiensi transportasi dan logistik nasional.
Bobby menilai, peningkatan peran kereta api dapat membantu memperkuat daya saing industri melalui mobilitas orang dan barang yang semakin efisien.
KAI juga mulai mendorong pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas operasi serta mengoptimalkan kapasitas jaringan yang tersedia.
Baca juga : Menhut: Hutan Tak Hanya Lestari, Tapi Juga Penggerak Ekonomi Baru
Dalam peta jalan menuju 2045, volume pelanggan KAI diarahkan mencapai sekitar 1,4 miliar pelanggan per tahun, dengan kontribusi bisnis non-farebox pada kisaran 20–25 persen.
“Kita perlu bergerak dari menunggu permintaan menjadi menciptakan peluang. Industri yang maju membangun kesempatan, lalu pertumbuhan mengikuti,” ujar Bobby.
Bobby menambahkan, transformasi menuju 2045 membutuhkan kemampuan perusahaan dalam membaca perubahan, memperkuat sumber pertumbuhan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat.
“Menuju 2045, KAI menargetkan posisi sebagai world-class railway operator. Untuk mencapainya, kami harus memperkuat produktivitas, memperluas sumber pertumbuhan, dan memastikan perkeretaapian memberi kontribusi yang semakin besar terhadap konektivitas serta daya saing Indonesia,” tutup Bobby.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya