Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Polda Banten: Terpal-Galon Aqua Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang
- Menhub: 114 Korban Kapal Virgo Transport 8 Ditemukan, 108 Selamat 6 Meninggal
- Guru Besar Trisakti Puji Blusukan Gibran Soal Dampak Karhutla
- Man City Menang di Derby Manchester Meski 10 Pemain
- Aktivis Apresiasi Wapres Gibran Lihat Langsung Dampak Karhutla ke Orangutan
Kapasitas Industri Keramik Tembus 758 Juta M², Asaki Minta Pasokan Energi Diperkuat
Senin, 14 September 2026 21:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kapasitas terpasang industri keramik nasional diproyeksikan menembus 758 juta meter persegi hingga semester I-2028. Untuk terus meningkatkan kapasitas diperlukan penguatan pasokan energi, khususnya gas.
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, industri keramik terus meningkatkan kapasitas produksi seiring prospek pertumbuhan pasar dan investasi. Pada 2026, tambahan kapasitas diperkirakan mencapai sekitar 38 juta meter persegi sehingga kapasitas terpasang nasional naik dari 648 juta meter persegi pada 2025 menjadi 686 juta meter persegi.
Baca juga : FKBI Dorong Prioritaskan Pasokan Energi Pascagempa NTT
Selanjutnya, tambahan kapasitas sekitar 72 juta meter persegi per tahun diproyeksikan masuk pada 2027 hingga semester I-2028. Dengan tambahan tersebut, kapasitas terpasang industri keramik nasional diperkirakan mencapai 758 juta meter persegi.
Menurut Edy, ekspansi kapasitas tersebut membutuhkan dukungan pasokan energi yang memadai agar investasi yang telah ditanamkan dapat dioperasikan secara optimal.
Baca juga : Konflik Timteng Tak Kunjung Usai, Ketahanan Energi RI Tetap Terjaga
Menurut dia, persoalan pasokan energi memberikan tekanan terhadap kegiatan produksi. Asaki mencatat sedikitnya enam perusahaan keramik telah mulai menutup line produksi pada September 2026. Industri juga menghadapi kenaikan harga energi.
Kondisi tersebut berpotensi menekan utilisasi pabrik sekaligus meningkatkan biaya produksi. Bagi industri yang tengah menambah kapasitas, ketidakpastian pasokan energi dapat menjadi faktor yang memengaruhi kelayakan dan kecepatan realisasi investasi.
Baca juga : Prabowo Bicara Pasokan Energi: Negara Lain Panik, Kita Masih Tenang
Asaki menyebut ekspansi kapasitas keramik tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp 12 triliun dan berpotensi menyerap sekitar 7.500 tenaga kerja. Karena itu, kepastian pasokan dan harga energi dinilai menjadi faktor penting agar kapasitas baru dapat dimanfaatkan secara optimal.
Di sisi lain, Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus berharap alokasi HGBT yang telah ditetapkan pemerintah dapat direalisasikan secara penuh. Kepastian volume dan harga gas dinilai diperlukan untuk menjaga utilisasi produksi, meningkatkan daya saing, serta memastikan ekspansi kapasitas industri dapat berjalan sesuai rencana
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya