Dark/Light Mode

Perkuat Rantai Industri Alat Berat, XCMG Bangun Pusat Remanufaktur

Kamis, 17 September 2026 13:36 WIB
Foto: Dok. XCMG Indonesia
Foto: Dok. XCMG Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - XCMG Indonesia memperkuat strategi lokalisasi bisnis alat berat di Indonesia. Perusahaan asal Tiongkok itu mulai membangun Pusat Remanufaktur XCMG Indonesia di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang akan menjadi pusat overhaul dan remanufaktur komponen peralatan pertambangan pertama XCMG di luar negeri.

Peletakan batu pertama pusat remanufaktur tersebut digelar pada 16 September 2026. Langkah ini sekaligus menandai perluasan layanan purnajual XCMG yang mencakup seluruh masa operasional peralatan, sekaligus memperkuat ekosistem industri perusahaan di Indonesia.

Seremonial tersebut dihadiri General Manager XCMG Mining Machinery Business Division Ren Daming, perwakilan pemerintah Indonesia, pelanggan utama sektor pertambangan, mitra industri, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan yang sama, XCMG juga mencapai kesepakatan kerja sama strategis dengan sejumlah pelanggan dan mitra.

Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat sinergi industri di sektor alat berat dan pertambangan.

Chairman XCMG Yang Dongsheng mengatakan, Pusat Remanufaktur XCMG Indonesia akan mengintegrasikan sejumlah fungsi, mulai dari overhaul dan remanufaktur komponen inti, pergudangan suku cadang regional, pelatihan tenaga teknis lokal hingga rekondisi unit bekas.

Baca juga : XCMG Group Perkuat Ekosistem Alat Berat Gandeng ABC Multifinance

Dengan fasilitas tersebut, proses pengumpulan dan inspeksi komponen bekas, pemulihan dan remanufaktur, penyediaan suku cadang hingga layanan lapangan dapat terhubung dalam satu sistem.

XCMG menyatakan pusat tersebut akan menerapkan standar teknologi remanufaktur global dan sistem manajemen kualitas yang berorientasi pada efisiensi, dengan menyesuaikan kebutuhan pasar Indonesia.

Setelah beroperasi, sebagian besar pekerjaan perbaikan dapat dilakukan secara lokal.

Langkah ini ditujukan untuk memperpendek waktu tunggu akibat peralatan berhenti beroperasi, menjaga performa peralatan setelah perbaikan, serta membantu pelanggan menekan biaya dan meningkatkan efisiensi.

“Dengan hadirnya pusat remanufaktur di Indonesia, proses overhaul dan respons penyediaan suku cadang dapat dilakukan lebih cepat, sehingga kerugian akibat peralatan tidak beroperasi dapat lebih terkendali. Hal ini semakin meningkatkan keyakinan kami untuk memperdalam kerja sama ke depannya,” ujar perwakilan salah satu pelanggan utama XCMG dari sektor pertambangan di Indonesia, Kamis (17/9/2026).

Pembangunan pusat remanufaktur melanjutkan pengembangan ekosistem XCMG di Indonesia.

Baca juga : Jinakkan Karhutla Di Luar Area Kerja, PT BMH Kerahkan 12 Tim & 13 Alat Berat

Setelah lebih dari 30 tahun berkiprah di Tanah Air, perusahaan secara bertahap membangun kapabilitas yang mencakup penelitian dan pengembangan, produksi, pengadaan, penjualan, layanan hingga pembiayaan.

Awal tahun ini, XCMG telah membangun dan mengoperasikan basis manufaktur energi baru pertamanya di luar negeri. Fasilitas tersebut memungkinkan produksi unit lengkap dilakukan lebih dekat dengan pasar.

XCMG juga telah mengoperasikan pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Indonesia. Pusat ini berfokus pada adaptasi produk terhadap kondisi suhu dan kelembapan tinggi serta karakteristik operasional yang kompleks di Indonesia.

Di sisi pembiayaan, perusahaan pembiayaan XCMG juga telah hadir dengan menawarkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Dengan masuknya bisnis remanufaktur, rantai nilai tersebut diperluas hingga mencakup seluruh masa operasional peralatan.

XCMG tidak hanya memasok alat berat, tetapi juga membangun sistem layanan yang terintegrasi dari tahap pengembangan produk hingga perawatan dan rekondisi.

Baca juga : J Trust Bank Bangun Kantor Pusat Baru 24 Lantai Di Pusat Jakarta

Penguatan ekosistem XCMG juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

Perusahaan menyebut struktur tenaga kerjanya semakin dilokalkan. XCMG juga menjalankan program bersama perguruan tinggi untuk membina tenaga teknis lokal secara sistematis.

Kehadiran pusat remanufaktur turut membuka peluang perluasan lapangan kerja di bidang layanan purnajual. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan teknologi dan produk, tetapi juga memperkuat kapabilitas industri lokal.

Yang Dongsheng menyampaikan prinsip perusahaan dalam ekspansi global melalui pernyataan, “Globalisasi adalah lokalisasi.” Pembangunan Pusat Remanufaktur XCMG Indonesia menjadi bagian dari penerapan prinsip tersebut.

Dari pembangunan fasilitas manufaktur, pusat R&D, pembiayaan hingga layanan purnajual, XCMG terus memperluas rantai nilai di Indonesia.

Langkah ini sekaligus memperdalam kerja sama industri antara Tiongkok dan Indonesia, khususnya dalam pengembangan ekosistem alat berat dan sektor pertambangan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.