Dark/Light Mode

Kekayaan Mineral Dari Ujung Barat Hingga Timur

MIND ID Pacu Hilirisasi Jadi Rantai Industri Nasional

Kamis, 17 September 2026 19:09 WIB
Jajaran Direksi MIND ID dan anak perusahaan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XII DPR RI, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: MIND ID
Jajaran Direksi MIND ID dan anak perusahaan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XII DPR RI, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: MIND ID

 Sebelumnya 
Freeport Naikkan Produksi dan Nilai Tambah

Di Papua, PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi salah satu motor utama hilirisasi tembaga dan emas. Direktur Utama PTFI Toni Wenas mengatakan produksi bijih tahun 2026 ditargetkan mencapai 124 ribu ton per hari atau sekitar 65 persen kapasitas normal.

Baca juga : Cegah Karhutla, Cek Endra Minta Perusahaan Perkebunan Siagakan Mobil Tangki Air

Produksi akan dinaikkan menjadi sekitar 170 ribu ton per hari pada 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada 2028. Pada 2026, PTFI memproyeksikan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ons emas atau sekitar 21 ton emas.

Pada 2027, produksi diproyeksikan meningkat menjadi 1,3 miliar pound tembaga dan sekitar satu juta ons emas atau sekitar 31 ton. Kenaikan produksi itu berjalan beriringan dengan pemulihan Grasberg Block Caving setelah longsoran material basah pada 2025.

Baca juga : Rumah BUMN Pertamina Dorong UMKM Aceh Naik Kelas dan Perluas Pasar

PTFI juga mulai mengoperasikan smelter barunya. Setelah pasokan konsentrat kembali meningkat, proses feeding ke smelter baru dimulai pada Agustus 2026 dan produksi katoda tembaga mulai terlihat pada September.

Pada 2026, dua fasilitas pengolahan PTFI diproyeksikan menghasilkan sekitar 800 juta pound tembaga, sekitar 21 ton emas dan 103 ton perak batangan dari fasilitas Precious Metal Refinery.

Baca juga : MIND ID Optimalkan Penerimaan Negara dari Pengelolaan Mineral Nasional

Dampaknya terhadap negara juga signifikan. PTFI memproyeksikan kontribusi penerimaan negara sekitar US 4,6 miliar pada 2027 dan diproyeksikan mencapai sekitar US$8 miliar per tahun mulai 2028-2029 berdasarkan asumsi produksi dan harga yang dipaparkan perusahaan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.