Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KSP Percepat Jargas Gresik, Target 1 Juta Sambungan Rumah pada 2028
- Polda Banten Dampingi Keluarga Korban Arupadatu Tabur Bunga di Selat Sunda
- Rampung Tahap II, 20 Hari Lagi Eks Jampdisus Febrie Disidangkan
- Kasus Suap HGB, KPK Geledah Kantor PT Summarecon Agung di Jaktim
- 7 Indikator Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global
Kekayaan Mineral Dari Ujung Barat Hingga Timur
MIND ID Pacu Hilirisasi Jadi Rantai Industri Nasional
Kamis, 17 September 2026 19:09 WIB
Sebelumnya
Inalum Bertekad Jadi Produsen Aluminium Global
Sementara itu, Inalum memperkuat industri aluminium nasional dari sisi produksi sekaligus pembangunan kapasitas baru. Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan perusahaan saat ini mengoperasikan PLTA Sigura-Gura dan Tangga dengan kapasitas desain 603 MW serta smelter aluminium Kuala Tanjung berkapasitas 275 ribu ton per tahun.
Baca juga : Cegah Karhutla, Cek Endra Minta Perusahaan Perkebunan Siagakan Mobil Tangki Air
Adapun pada 2025, produksi mencapai 280.082 ton, tertinggi sepanjang sekitar 50 tahun operasi. Inalum juga mencatat peningkatan efisiensi melalui potline upgrading. Konsumsi listrik untuk memproduksi satu ton aluminium turun dari sekitar 14.500 kWh menjadi 13.800 kWh.
Di sisi hilirisasi, Inalum menyiapkan Smelter Aluminium Mempawah berkapasitas 60 ribu ton per tahun dan SGAR Fase 2 berkapasitas satu juta ton alumina per tahun. Smelter Mempawah ditargetkan mencapai keputusan investasi final pada November 2026 dan menghasilkan produksi perdana pada kuartal I 2030. SGAR Fase 2 ditargetkan beroperasi komersial pada kuartal IV 2029.
Baca juga : Rumah BUMN Pertamina Dorong UMKM Aceh Naik Kelas dan Perluas Pasar
Melati menegaskan proyek tersebut akan menjadi bagian dari perubahan struktur industri aluminium Indonesia, dari negara pengimpor menjadi salah satu produsen aluminium signifikan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya