Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Panen Padi 15 Hektare, SRH Perkuat Ketahanan Pangan Di Giri Agung
Kamis, 24 September 2026 10:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka -
PT Surya Hutani Jaya (PT SRH) bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Harapan Bersama melaksanakan panen raya padi di Desa Giri Agung, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (23/9).
Panen tersebut merupakan bagian dari pengembangan pertanian melalui program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Panen dilakukan di lahan yang dikelola KTH Harapan Bersama seluas sekitar 15 hektare dengan produktivitas mencapai 4–5 ton per hektare. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian panen yang berlangsung pada 22–26 September 2026.
Dalam rencana pengembangan kemitraan konsesi di Giri Agung, PT SRH menyiapkan area sekitar 100 hektare. Dari luasan tersebut, potensi pengembangan pertanian padi mencapai sekitar 40 hektare.
Saat ini, KTH Harapan Bersama mengelola lahan persawahan sekitar 15 hektare dan masih memiliki peluang untuk mengembangkan areal pertanian secara bertahap.
Baca juga : SHJ II Perkuat DMPA Untuk Cegah Karhutla Di Marang Kayu
Melalui program DMPA, PT SRH sebelumnya memberikan dukungan berupa dua unit hand tractor dan sarana produksi pertanian berupa pupuk kepada KTH Harapan Bersama yang diketuai Mamun Fahuddin.
Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu kelompok tani mengelola lahan persawahan secara lebih efektif, produktif, dan berkelanjutan.
Salah satu produk yang dikembangkan kelompok tani adalah beras Giri Agung (GA), hasil pengembangan KTH Harapan Bersama melalui pemilihan dan pengelolaan berbagai varietas padi untuk menghasilkan produk dengan karakteristik khas sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian setempat.
Kepala Desa Giri Agung Supriadi mengatakan sektor pertanian memiliki peran penting bagi masyarakat desa karena sebagian besar warga menggantungkan mata pencaharian dari kegiatan pertanian.
“Sebagian besar masyarakat Giri Agung bekerja sebagai petani sehingga program seperti ini sangat bermanfaat. Kami berterima kasih kepada PT Surya Hutani Jaya yang telah mendampingi dan memberikan dukungan hingga kegiatan pertanian ini berjalan dan sampai pada tahap panen. Pemerintah desa juga siap terus bekerja sama, termasuk dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan,” ujar Supriadi.
Social & Community Engagement Department (SCED) Head PT Surya Hutani Jaya Arnold Siagian mengatakan keberhasilan panen tidak terlepas dari kemauan dan kerja keras kelompok tani serta dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan akademisi.
Baca juga : Andi Undru Mario: Petani Harus Ditempatkan sebagai Aktor Utama Ketahanan Pangan
“Walaupun dalam kondisi musim kering, kegiatan pertanian masih dapat berjalan hingga panen. Ini menunjukkan bahwa dengan kemauan, pengelolaan yang baik, dan kerja sama berbagai pihak, potensi pertanian di Giri Agung masih dapat terus dikembangkan. Kami juga mengapresiasi dukungan akademisi Unikarta yang turut berkontribusi dalam pengembangan pertanian padi,” kata Arnold.
Menurut Arnold, perusahaan terus memantau proses dan hasil pertanian untuk melihat peluang pengembangan yang dapat dilakukan bersama masyarakat.
“KTH Harapan Bersama telah menunjukkan bahwa dengan kemauan dan kerja keras, mereka mampu menghasilkan padi dan beras dengan kualitas yang baik. Kami terbuka apabila terdapat kelompok masyarakat lainnya yang memiliki inisiatif untuk mengembangkan program ketahanan pangan, khususnya pertanian padi,” lanjutnya.
Selain mendukung sektor pertanian, program DMPA di Desa Giri Agung juga menyasar pemberdayaan ekonomi perempuan. PT SRH memberikan dukungan modal dan peralatan kepada kelompok perempuan yang dikelola Poniyah untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang makanan ringan.
Pengembangan pertanian melalui DMPA juga diarahkan untuk mendorong masyarakat mengelola lahan secara produktif dan menetap. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan membuka lahan baru sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko dan pencegahan karhutla.
Kegiatan panen raya turut dihadiri akademisi Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Kartanegara, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Giri Agung, unsur pemerintah desa, serta masyarakat.
Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, Petrokimia Gresik Perkuat Sinergi Bahan Baku Pupuk
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan pertanian dan kapasitas kelompok tani secara berkelanjutan.
Program DMPA juga menjadi bagian dari penerapan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) PT SRH melalui pengembangan mata pencaharian masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, serta penguatan kepedulian terhadap lingkungan.
Upaya tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, serta mendorong pencegahan karhutla melalui keterlibatan masyarakat. Pengembangan program tersebut sekaligus mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Melalui pengembangan program DMPA dan kemitraan konsesi, PT SRH bersama masyarakat Giri Agung mendorong peningkatan produktivitas pertanian yang berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat dan upaya menjaga lingkungan dari risiko karhutla.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya