Dark/Light Mode

Gandeng BUMN Pangan & Asosiasi Pedagang

Jinakin Harga Daging Sapi, Bapanas Intervensi Pasar

Kamis, 27 Agustus 2026 06:30 WIB
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Dok. Humas Badan Pangan Nasional
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Dok. Humas Badan Pangan Nasional

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat intervensi pasar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga daging sapi. Langkah ini dilakukan menyusul kenaikan harga daging sapi di sejumlah pasar dalam beberapa hari terakhir.

Bapanas berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan dan asosiasi pedagang untuk mempercepat penyaluran pasokan ke pasar rakyat.

“Langkah itu dilakukan melalui percepatan pengadaan dan distribusi cadangan daging sapi, serta daging kerbau nasional,” kata Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas Yusra Egayanti dalam keterangan resmi Bapanas, Rabu (26/8/2026).

Yusra mengatakan, Bapanas juga meminta BUMN Pangan berkolaborasi langsung dengan asosiasi pedagang agar intervensi dapat disalurkan secara tepat ke pasar rakyat.

Koordinasi dilakukan agar harga daging sapi tetap mengacu pada Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan Pemerintah.

Baca juga : Rekrutmen Guru Baru Baiknya Dikaji Ulang

Berdasarkan pemantauan Panel Harga Bapanas hingga Minggu (23/8/2026), harga rata-rata daging sapi di tingkat produsen tercatat Rp 56.575 per kilogram (kg). Sementara, harga di tingkat konsumen mencapai Rp 144.682 per kg.

Untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga, Bapanas berkoordinasi dengan BUMN Pangan, khususnya PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), guna mempercepat realisasi pengadaan serta distribusi cadangan daging sapi dan daging kerbau nasional.

Regulasi mengenai Harga Acuan Penjualan daging sapi diatur melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024.

“Ketentuan tersebut menjadi salah satu acuan Pemerintah dalam mengevaluasi perkembangan harga, sekaligus menentukan langkah intervensi pasar,” ujar Yusra.

Selain melalui BUMN Pangan, intervensi pasar diperkuat dengan melibatkan asosiasi pedagang. Antara lain Jaringan Pedagang Pasar Daging Indonesia (JAPPDI) dan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI).

Baca juga : Alvarez Tak Belajar Dari Griezmann

Keterlibatan pedagang penting untuk mempercepat distribusi pasokan hingga ke pasar rakyat.

Dengan demikian, intervensi Pemerintah tidak berhenti pada pengadaan, tetapi dapat segera dirasakan masyarakat melalui ketersediaan dan harga daging yang lebih terjangkau.

“Kami minta asosiasi pedagang segera melakukan intervensi pasar untuk menurunkan harga daging sapi di pasar rakyat,” ucap Yusra.

Kolaborasi antara Bapanas, BUMN Pangan dan asosiasi pedagang diharapkan mempercepat penyaluran pasokan, memperlancar rantai distribusi, serta menjaga harga daging sapi tetap terjangkau bagi masyarakat.

Intervensi tersebut juga diarahkan untuk memastikan ketersediaan pangan hewani di pasar rakyat.

Baca juga : Gabung Trackhouse, Enea Bastianini Makin Garang

Sebelumnya, harga daging sapi di sejumlah pasar di Jakarta berkisar Rp 150.000-Rp 180.000 per kg.

Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga normal yang berada di kisaran Rp 120.000-Rp 130.000 per kg.

Kenaikan harga tersebut menjadi perhatian Pemerintah karena daging sapi merupakan salah satu sumber pangan hewani yang dibutuhkan masyarakat.

Percepatan distribusi cadangan daging sapi dan daging kerbau diharapkan dapat menambah pasokan sekaligus meredam tekanan harga di pasar rakyat. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 27 Agustus 2026 dengan judul "Gandeng BUMN Pangan & Asosiasi Pedagang Jinakin Harga Daging Sapi, Bapanas Intervensi Pasar"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.