Dark/Light Mode

Rupiah Tertekan Ke Rp 17.735, Investor Waspadai Keputusan The Fed

Rabu, 16 September 2026 09:20 WIB
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,23 persen ke level Rp 17.735 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (16/9/2026), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.694 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,02 persen, dolar Singapura melemah 0,06 persen, yen Jepang turun 0,15 persen, won Korea Selatan melemah 0,46 persen, dan dolar Hong Kong turun 0,12 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia menguat 0,25 persen terhadap dolar AS.

Baca juga : Rupiah Dibuka Naik Ke Level Rp 17.667

Indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama menguat 0,04 persen ke level 99,37.

Sementara itu, rupiah terhadap poundsterling Inggris melemah 0,03 persen ke level Rp 23.800. Terhadap dolar Australia, rupiah menguat 0,23 persen ke level Rp 12.627, sedangkan terhadap euro melemah 0,23 persen ke level Rp 20.256.

Baca juga : Rupiah Dibuka Melemah Ke Rp 17.612, Pasar Deg-degan Tunggu The Fed

Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia. “Hal ini memicu antisipasi investor akan sikap hawkish The Fed pada FOMC malam ini,” katanya, Rabu (16/9/2026).

Dia memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.