Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- AS Vs Bosnia-Herzegovina, Tuan Rumah Punya Rekor Buruk Lawan Tim Eropa
- RD Kongo Vs Inggris, Tiga Singa Diancam Macan Tutul
- Mesin Hidrogen 100 Persen Diuji Di Laboratorium Bermeo Spanyol Milik Wartsila
- Menteri Dody Usulkan Tiga Isu Prioritas Masuk Agenda World Water Forum ke-11
- Apresiasi Catatan Seskab Teddy, TII Minta Perluasan Kuota Magang Transparan
Apresiasi Catatan Seskab Teddy, TII Minta Perluasan Kuota Magang Transparan
Rabu, 1 Juli 2026 14:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program Magang Nasional yang dijalankan pemerintah mendapat apresiasi dari kalangan akademisi karena dinilai mampu menjadi jembatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja.
Meski demikian, pemerintah didorong untuk memastikan perluasan kuota program dilakukan secara transparan, berbasis data, dan tetap mengedepankan prinsip meritokrasi.
Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII) Adinda Tenriangke Muchtar menilai, Program Magang Nasional merupakan langkah positif dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan pengalaman profesional bagi lulusan baru.
Menurutnya, program yang dimulai sejak September 2025 tersebut mendukung pemberdayaan tenaga kerja muda melalui penyediaan pengalaman kerja, akses ke perusahaan, serta pendapatan selama masa magang yang mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP).
"Program ini mendukung pemberdayaan, termasuk dalam hal terciptanya lapangan kerja dan memastikan bahwa lulusan S1 bisa mengikuti program magang yang memberikan pintu dan kesempatan ke perusahaan terkait sekaligus ada pendapatan berdasarkan UMP," ujar Adinda, Selasa (30/6/2026).
Baca juga : Gema Bangsa Usul KDM Terbitkan Pergub Penanganan Lahan Pertanian Terlantar
Adinda menilai, capaian awal program patut diapresiasi. Berdasarkan data pemerintah yang disampaikan Menteri Ketenagakerjaan dan Sekretaris Kabinet, sekitar 30 persen peserta berhasil memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan enam bulan masa magang.
"Saya rasa tahun ini tentu patut diapresiasi. Setidaknya berdasarkan data dari pemerintah yang disampaikan oleh Menaker maupun Setkab disebutkan bahwa 30 persen peserta setelah enam bulan magang sudah bisa bekerja dan mendapatkan pendapatan sesuai UMP, selain tentunya pengalaman selama magang tersebut," katanya.
Meski memberikan apresiasi, Adinda juga menyampaikan sejumlah catatan konstruktif.
Ia meminta pemerintah memastikan perluasan kuota peserta dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang disertai pemerataan akses, evaluasi berbasis data, serta tetap mengedepankan prinsip meritokrasi agar penempatan peserta benar-benar sesuai kebutuhan dunia usaha.
Menurutnya, pemerintah perlu membuka data mengenai asal perguruan tinggi peserta, sebaran wilayah, kompetensi, hingga tingkat penyerapan tenaga kerja.
Baca juga : Rajiv Apresiasi Polda Jabar Tangkap Pelaku Penyekapan Perempuan Di Bandung
Langkah tersebut penting agar evaluasi kebijakan dapat dilakukan secara transparan dan menjadi dasar penyempurnaan Program Magang Nasional pada angkatan berikutnya.
Selain itu, Adinda menilai proses evaluasi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga harus melibatkan peserta magang dan perusahaan mitra.
Ia juga mengingatkan agar perluasan program bagi penyandang disabilitas dibarengi dengan kesiapan dunia usaha sehingga implementasinya dapat berjalan optimal.
Di sisi lain, pemerintah menyebut Program Magang Nasional telah menunjukkan hasil positif. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan sebanyak 100 ribu orang mengikuti Program Magang Nasional sepanjang 2025 dan sekitar 30 persen di antaranya langsung diterima bekerja setelah menyelesaikan masa magang.
"Program ini menjadi jembatan bagi para lulusan baru untuk memasuki dunia kerja, sekaligus memberikan pengalaman dan penghasilan selama masa magang," kata Teddy.
Baca juga : Marak Kejahatan Digital, Senayan Minta OJK Edukasi Masyarakat
Pemerintah juga memperluas cakupan Program Magang Nasional pada 2026 dengan membuka kesempatan bagi lebih banyak lulusan perguruan tinggi, termasuk lulusan pendidikan profesi dan penyandang disabilitas.
Langkah tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperbesar peluang lulusan baru untuk memasuki dunia kerja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya