Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
39 Tahun LippoLand, Dari Pengembang Kawasan Menjadi Property Enabler
Jumat, 2 Oktober 2026 13:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Memasuki usia ke-39 di industri properti Indonesia, LippoLand memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler. Perusahaan berupaya menghadirkan solusi hunian yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan sektor perumahan nasional.
Perjalanan LippoLand dimulai pada 1987 melalui pembangunan Lippo City dan kemudian Lippo Village. Hampir empat dekade kemudian, pengalaman tersebut berkembang melalui berbagai kawasan dan produk properti yang menyasar beragam segmen masyarakat.
CEO LippoLand David Iman Santosa mengatakan, perjalanan panjang tersebut menjadi tanggung jawab perusahaan untuk terus memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat, termasuk persoalan perumahan.
“Selama 39 tahun, LippoLand tumbuh bersama Indonesia. Karena itu, kami tidak hanya ingin melihat bagaimana industri properti berkembang, tetapi juga bagaimana kami dapat tetap relevan dan memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam persoalan perumahan,” ujar David dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).
Menurut David, kebutuhan hunian yang terjangkau masih menjadi salah satu tantangan besar Indonesia. Dengan backlog kepemilikan rumah yang disebut masih sekitar 9 juta keluarga, penyediaan hunian membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pengembang, perbankan hingga pemerintah.
Dalam konteks tersebut, LippoLand berupaya memanfaatkan pengalaman 39 tahun untuk menghadirkan hunian dasar yang lebih terjangkau. Salah satunya melalui pengembangan hunian dengan harga mulai sekitar Rp100 juta dan skema cicilan sekitar Rp600 ribu per bulan.
LippoLand mencatat telah menjual sekitar 5.000 unit dalam segmen hunian tersebut. Namun, David menilai kebutuhan nasional masih jauh lebih besar sehingga kontribusi dari seluruh ekosistem perumahan tetap diperlukan.
“Angka backlog sekitar 9 juta keluarga menunjukkan bahwa kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar. Kami menyadari bahwa LippoLand tidak mungkin menjawab kebutuhan tersebut sendirian. Dibutuhkan partisipasi yang lebih luas dari seluruh pengembang, perbankan, pemerintah, dan seluruh ekosistem perumahan,” katanya.
Baca juga : Hunian Di Timur Jakarta, Meikarta Tawarkan Cicilan 1,7 Jutaan Flat Hingga Lunas
Selain penyediaan hunian, LippoLand menyebut telah menghibahkan lahan sekitar 30 hektare di kawasan Lippo Cikarang kepada negara. Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat dan kepentingan yang lebih luas.
Di sisi lain, perjalanan LippoLand juga tidak terlepas dari dukungan berbagai mitra, mulai dari perbankan, konsultan, tenaga penjual, perencana, kontraktor, penyedia layanan kota hingga pemangku kepentingan lainnya.
David mengatakan, kemitraan tersebut menjadi bagian dari ekosistem yang bersama-sama membangun kawasan dan menciptakan nilai bagi masyarakat.
“LippoLand tumbuh bersama banyak partner. Ada perbankan yang membantu menyediakan pembiayaan, konsultan dan tenaga penjual yang membantu kami memahami serta melayani konsumen, para perencana dan kontraktor yang menerjemahkan konsep menjadi kawasan dan bangunan, hingga penyedia pelayanan kota yang memastikan kawasan dapat terus hidup dan berkembang,” ujarnya.
LippoLand juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari keberlanjutan perusahaan.
“Ke dalam, kami juga ingin membangun insan LippoLand menjadi manusia yang holistik, dengan value, akhlak, dan integritas yang tidak hanya tercermin dalam pekerjaan, tetapi juga dalam kehidupannya. Karena pada akhirnya, perusahaan dibangun oleh manusia,” kata David.
Pada 2025, LippoLand mencatat pra-penjualan sebesar Rp5,32 triliun dengan penjualan 6.047 unit. Portofolionya mencakup berbagai segmen, mulai dari Essential dan Affordable hingga Premium dan Ultra Luxury.
Memasuki segmen hunian menengah, LippoLand melihat rentang harga sekitar Rp1 miliar hingga di bawah Rp2 miliar sebagai salah satu pasar yang banyak diminati pengembang. Perusahaan pun berupaya menerjemahkan pengalaman selama 39 tahun ke dalam produk yang menggabungkan desain, kualitas, harga dan pilihan pembiayaan.
Baca juga : Meikarta Hadirkan KPR FLPP, Cicilan Mulai Rp1,7 Juta per Bulan
“Di market Rp1 miliar sampai di bawah Rp2 miliar, hampir semua pengembang bermain. Karena itu, kami harus kreatif dan menggunakan kembali seluruh pengalaman 39 tahun kami dalam menyediakan hunian. Tujuannya bukan hanya membuat produk, tetapi menghasilkan produk yang excellent di market, dengan price point yang tepat dan pilihan pembiayaan yang luas melalui partner perbankan kami,” ujar David.
Salah satu produk yang akan diperkenalkan adalah Brentwood Villas, premium designer homes yang akan dikembangkan di tujuh lokasi di Indonesia.
Brentwood Villas dikembangkan sebagai hunian premium untuk keluarga multigenerasi. Konsepnya menawarkan rumah dua atau tiga lantai dengan pembagian fungsi ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota keluarga.
Pada tipe tiga lantai, lantai pertama atau Heritage Level diperuntukkan bagi kakek dan nenek serta dilengkapi Service Quarter. Lantai kedua atau Entertainment Level menjadi ruang interaksi keluarga dengan Great Room yang menggabungkan ruang keluarga, ruang makan dan dapur.
Sementara lantai ketiga atau Sanctuary Level dirancang sebagai ruang istirahat dan belajar. Area tersebut dilengkapi Master Bedroom Suite, kamar anak dan kamar mandi dalam.
Untuk keluarga yang membutuhkan hunian dua generasi, tersedia pula pilihan rumah dua lantai. Di sejumlah lokasi, Brentwood Villas juga menawarkan pemandangan gunung, danau maupun lapangan golf.
CMO LippoLand Jopy Rusli mengatakan, konsep tersebut dikembangkan dengan melihat perubahan aspirasi konsumen terhadap hunian.
“Rumah saat ini tidak lagi hanya dinilai dari luas atau lokasinya. Konsumen semakin mempertimbangkan bagaimana sebuah rumah mendukung kehidupan sehari-hari. Brentwood Villas kami hadirkan untuk menjawab perubahan tersebut melalui kombinasi desain, functionality, quality, dan enduring value,” ujar Jopy.
Baca juga : UX Tower Sold Out, LippoLand Hadirkan RX Tower Di Lippo Village
Dalam pengembangannya, LippoLand menggandeng Alex Bayu dari Genius Loci sebagai home designer dan Stephen Flynn dari Sheils Flynn Asia sebagai landscape designer.
Alex Bayu menerapkan pendekatan human-centered design dengan memperhatikan tata ruang, sirkulasi, pencahayaan, hubungan ruang dalam dan luar, serta fleksibilitas ruang sesuai perkembangan kebutuhan penghuni.
Sementara Stephen Flynn menghadirkan pendekatan lanskap yang melengkapi karakter arsitektur dan lingkungan Brentwood Villas. Dengan demikian, pengalaman hunian tidak hanya berfokus pada bangunan, tetapi juga hubungan dengan ruang luar.
LippoLand akan memperkenalkan Brentwood Villas di tujuh lokasi di Indonesia. Setiap lokasi akan memiliki karakter pasar dan komunitas yang berbeda, tetapi tetap membawa filosofi desain dan standar kualitas yang sama.
“Brentwood Villas bukan sekadar produk baru. Ini merupakan bagian dari bagaimana LippoLand memasuki babak berikutnya: semakin memahami konsumen, semakin cermat menerjemahkan aspirasi mereka ke dalam desain, serta terus meningkatkan kualitas pengalaman hunian yang kami hadirkan,” kata Jopy.
Memasuki usia ke-39, LippoLand menyatakan akan menempatkan relevansi, kemampuan beradaptasi, kemitraan, inovasi dan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari perjalanan berikutnya.
Dari pengembang kawasan yang membangun Lippo City dan Lippo Village, LippoLand kini memperluas peran sebagai property enabler dengan memanfaatkan pengalaman hampir empat dekade untuk menghadirkan hunian dan lingkungan yang dinilai semakin sesuai dengan kebutuhan keluarga Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya