Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menuju Forum Ekonomi Hulu Migas 2026
Kepastian Regulasi Jadi Kunci Dongkrak Investasi Hulu
Selasa, 6 Oktober 2026 20:40 WIB
Sebelumnya
Pengamat migas Universitas Trisakti sekaligus Founder Reforminer Institute, Pri Agung Rakhmanto, menilai kondisi iklim investasi hulu migas Indonesia dalam lima tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif.
Menurutnya, salah satu pembenahan fundamental yang telah dilakukan Pemerintah adalah memberikan fleksibilitas lebih besar dalam skema kontrak bagi hasil. Perubahan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang meningkatkan daya tarik Indonesia bagi investor.
“Lima tahun terakhir iklim investasi Indonesia membaik. Pasca gross split, 2020 sampai sekarang pemerintah sudah melakukan perbaikan fundamental, paling baik fleksibilitas kontrak,” ujar Pri Agung.
Perbaikan tersebut membuat Indonesia tetap menjadi salah satu negara yang diperhitungkan investor migas di kawasan Asia Pasifik. Persaingan investasi di kawasan tersebut tetap ketat, sehingga daya tarik Indonesia perlu terus dijaga.
Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Tanam 10 Ribu Mangrove di Kepulauan Seribu
“Di Asia Pasifik, Indonesia selalu dilirik. Termasuk papan atas kompetitifnya,” katanya.
Meski demikian, Pri Agung mengingatkan masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian investor. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kepastian regulasi yang berada di luar kewenangan langsung pengawas sektor hulu migas.
“Beberapa hal jadi catatan, tapi itu di luar jangkauan pihak yang melakukan pengawasan. Misalnya ketidakpastian UU Migas, ketidakpastian DMO,” ujarnya.
Tantangan lainnya datang dari sisi fiskal. Pri Agung menilai persepsi bahwa industri migas menggunakan uang negara dapat memengaruhi ruang Pemerintah dalam memberikan insentif fiskal yang dibutuhkan untuk menarik investasi.
“Ada tekanan fiskal. Cara pandang industri ini menggunakan uang negara sering memberikan kekakuan dalam memberikan insentif fiskal,” katanya.
Baca juga : Perkuat Sinergi Pemerintah-Pelaku Usaha
Karena itu, menurut Pri Agung, peningkatan daya tarik investasi hulu migas tidak cukup hanya mengandalkan pembenahan di tingkat regulator. Konsistensi kebijakan secara keseluruhan juga diperlukan, termasuk kepastian hukum, kewajiban domestik, dan fleksibilitas fiskal.
Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Petroleum Association (IPA) Marjolijn Wajong. Dia menilai seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat sinergi untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.
Menurut Marjolijn, tantangan investasi hulu migas saat ini semakin kompleks karena industri menghadapi tren penurunan produksi, sementara potensi sumber daya yang dapat dikembangkan masih sangat besar.
“Ciptakan investasi hari ini jauh lebih sulit. Misalnya kita sudah declining, tapi potensi masih besar. Ini eksplorasi yang besar-besar butuh investasi besar. Di Forum Ekonomi Hulu Migas kita bisa temukan solusinya,” ujar Marjolijn.
Baca juga : Pertamina Goes to Campus: PHE Ajak Mahasiswa Siapkan Diri Jaga Ketahanan Energi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya