Dark/Light Mode

Dirut PLN Diganti, Listrik Jangan Blackout Lagi

Jumat, 16 Oktober 2026 08:59 WIB
Direktur Utama PLN Suroso Isnandar (Foto: Dok. PLN)
Direktur Utama PLN Suroso Isnandar (Foto: Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PLN punya bos baru. Direktur Utama (Dirut) perusahaan listrik pelat merah itu beralih dari Darmawan Prasodjo ke Suroso Isnandar. Pergantian ini diharapkan dapat mengatasi masalah mati listrik alias blackout yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini.

Pergantian posisi Dirut PLN ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (14/10/2026). Komisaris Independen PLN Andi Arief mengungkapkan, RUPSLB dilakukan via Zoom dengan dihadiri seluruh direksi dan komisaris, serta Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata.

Suroso sebelumnya menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. "Saya yakin, Pak Suroso, Dirut baru, akan melakukan transformasi lanjutan," ujar Andi.

Darmawan Prasodjo hampir lima tahun duduk di kursi Dirut PLN. Ia menjabat sejak 6 Desember 2021. Dalam setahun terakhir, kepemimpinannya menghadapi tantangan blackout listrik. Sepanjang 2026 ini, setidaknya ada empat kejadian blackout besar. 

Baca juga : Sehari Setelah OTT KPK, BNPB Ganti Kepala

Pertama, Pulau Sumatera yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan pada 22-24 Mei 2026. Blackout dipicu gangguan pada jalur jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai akibat cuaca buruk.

Kedua, DKI Jakarta (Jakarta Pusat, Utara, dan Barat) pada 9 April 2026. Pemadaman massal mendadak pada malam hari yang bersumber dari gangguan pasokan di beberapa gardu induk, sempat menghentikan operasional MRT Jakarta.

Ketiga, Pulau Jawa & Bali, yang meliputi DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Cirebon, Bantul, Semarang, dan sekitarnya. Mati listrik berlangsung secara bergiliran selama sepekan pada minggu kedua Juni 2026. Blackout terjadi akibat kendala teknis serta masalah pasokan batu bara ke pembangkit listrik publik.

Keempat, Batam, Bintan, dan Tanjungpinang (Kepulauan Riau) pada 12 Oktober 2026. Pemadaman total mendadak yang terjadi melumpuhkan aktivitas kota, jaringan air bersih, dan telekomunikasi sekitar 15–16 jam. Gangguan diduga akibat sambaran petir dan masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sei Harapan.

Baca juga : Keji Sekali, Uang Bencana Dikorupsi

Sebelum diangkat menjadi Dirut PLN, Suroso Isnandar rapat dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/2026) sore. Dalam rapat itu, hadir juga CEO Danantara Rosan Roeslani.

Menurut Rosan, dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan ke Suroso untuk melakukan percepatan transformasi menyeluruh PLN. Mulai dari pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, hingga akselerasi penggunaan panel surya berkapasitas 100 gigawatt (GW).

Menurut Rosan, Prabowo secara khusus meminta agar transformasi PLN difokuskan pada pembenahan model bisnis perusahaan. “Bapak Presiden meminta agar transformasi di PLN, terutama dari segi bisnis modelnya, untuk dibuat dan untuk segera dipaparkan kepada Beliau, untuk segera kita tindaklanjuti,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya penguatan kesiapsiagaan PLN menghadapi kondisi darurat. Termasuk penyempurnaan rencana cadangan untuk menjaga keandalan layanan kelistrikan di seluruh Indonesia.

Baca juga : Uji Coba MBG Prasmanan, Menunya Segar & Hangat, Siswa Makan Lebih Lahap

Menurut Rosan, PLN sebenarnya telah memiliki mekanisme antisipasi menghadapi situasi krisis, tapi masih perlu disempurnakan. 

Pengamat energi Inas Nasrullah Zubir berharap, dalam kepemimpinan Suroso, tidak ada lagi kejadian blackout. Sebab, blackout merugikan masyarakat dan mengganggu ekonomi.

Menurut Inas, pengalaman teknis Suroso di pembangkitan dan penyaluran listrik menjadi modal dalam penanganan masalah ini. Ia berharap, Suroso mampu menunjukkan kemampuannya. "Keandalan listrik adalah kewajiban mutlak," ujarnya, Kamis (15/10/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.