Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BRI Masuk 3 Besar BUMN Layanan Terbaik di Indonesia Hasil Berorientasi Nasabah
- Kabut Asap di Danau Toba, ASDP Perkuat Kewaspadaan & Optimalkan Navigasi Kapal
- Hajar Man City, PSG Bikin Inggris Merana
- Vinicius Junior Protes Hukuman 4 Laga
- Imin Galang Bantuan Masker dan Air Bersih untuk Warga Terdampak Karhutla
Pangkas Emisi 29 Ribu Ton, PGN Perkuat Efisiensi & Daya Saing Bisnis
Jumat, 16 Oktober 2026 14:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO2eq) hingga Agustus 2026, atau 35,3 persen di atas target periode tersebut, melalui berbagai inisiatif dekarbonisasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra mengatakan, dekarbonisasi menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan untuk menekan emisi, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengantisipasi risiko iklim dan perubahan regulasi.
“Bagi PGN, dekarbonisasi bukan sekadar pemenuhan komitmen lingkungan, melainkan bagian dari strategi bisnis untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan,” ujar Mirza dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
PGN selaku Subholding Gas Pertamina menjalankan sejumlah program penurunan emisi, antara lain meningkatkan efisiensi energi pada fasilitas operasional, mengurangi kehilangan gas (gas loss), serta mengoptimalkan pemanfaatan energi yang lebih rendah emisi.
Baca juga : Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026
Secara akumulatif, penurunan emisi Subholding Gas sejak 2025 hingga Agustus 2026 mencapai lebih dari 68.500 ton CO2 ekuivalen, atau sekitar 15,7 persen dari target kumulatif dekarbonisasi perusahaan hingga 2034.
Selain memberikan manfaat lingkungan, program tersebut berpotensi menghasilkan penghematan biaya operasional. Hal itu tercermin dari nilai Marginal Abatement Cost (MAC) sebesar minus 0,19 ribu dolar AS per ton CO2 ekuivalen.
Nilai MAC negatif tersebut mengindikasikan bahwa portofolio inisiatif penurunan emisi yang dijalankan berpotensi menghasilkan efisiensi biaya sekaligus memberikan manfaat lingkungan.
“Melalui berbagai program efisiensi energi dan optimalisasi operasional, kami berupaya memastikan bahwa agenda pengurangan emisi dapat berjalan selaras dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya,” kata Mirza.
Baca juga : Tanam 20 Ribu Mangrove, Generali Kontribusi Kurangi 9 Juta Kg Emisi Karbon
Untuk menjaga kesinambungan pencapaian tersebut, PGN menggelar Workshop Dekarbonisasi Subholding Gas 2027–2030 di Jakarta pada 7 Oktober 2026. Kegiatan itu melibatkan PGN dan sejumlah entitas Subholding Gas Group guna menyusun rencana penurunan emisi yang terintegrasi.
Entitas yang terlibat meliputi PT Pertamina Gas, PT Perta Arun Gas, PT Saka Energi Indonesia, PT Permata Graha Nusantara, PT PGN LNG Indonesia, PT PGAS Solution, PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, dan PT Gagas Energi Indonesia.
Penyusunan program tersebut diselaraskan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2027–2030 dan mengacu pada ESG Roadmap Subholding Gas 2025–2034 sebagai kerangka pelaksanaan program keberlanjutan.
Berbagai usulan program selanjutnya akan difinalisasi dan disampaikan kepada manajemen untuk memastikan pelaksanaannya terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Baca juga : Sepeda Solusi Nyata NZE: Perbaikan Kualitas Udara Dan Dekarbonisasi
Mirza menegaskan kolaborasi seluruh entitas Subholding Gas Group menjadi faktor penting dalam memastikan konsistensi pelaksanaan program dekarbonisasi, sekaligus mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emissionpada 2060 atau lebih cepat.
Menurut dia, upaya penurunan emisi juga diperlukan untuk memitigasi risiko iklim dan regulasi serta menjawab ekspektasi investor, pelanggan, dan masyarakat terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya