Dark/Light Mode

Industri Keramik RI Masuk 5 Besar Dunia, Siap Salip Vietnam!

Rabu, 21 Oktober 2026 12:48 WIB
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji (kanan) dan Ketua Umum Asaki Edy Suyanto (tengah). (Foto: DIT/RM)
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji (kanan) dan Ketua Umum Asaki Edy Suyanto (tengah). (Foto: DIT/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri keramik Indonesia berhasil naik ke posisi kelima sebagai negara produsen keramik terbesar di dunia, dari sebelumnya berada di peringkat ketujuh. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) optimistis Indonesia berpeluang menempati posisi keempat dunia.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto mengatakan, capaian tersebut tercatat dalam publikasi Ceramic World Review, majalah industri keramik asal Italia yang rutin merilis peringkat produsen keramik dunia.

“Indonesia berhasil naik ke posisi kelima sebagai negara produsen keramik terbesar di dunia. Sebelumnya, kita berada di posisi ketujuh,” kata Edy seusai bertemu Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Baca juga : Buka Krista Exhibition ALLPack 2026: Menperin: Pameran Indikator Ekonomi RI Baik

Saat ini, China menempati posisi pertama sebagai produsen keramik terbesar dunia, diikuti India, Brazil, Vietnam, dan Indonesia.

Edy menilai, peningkatan peringkat Indonesia tidak terlepas dari dukungan pemerintah melalui kebijakan bea masuk antidumping, perlindungan produk dalam negeri, serta pengetatan standar nasional Indonesia (SNI) dan impor keramik.

Menurut dia, kebijakan tersebut turut mendorong peningkatan utilisasi industri keramik nasional. Asaki menyebut Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mencatat tren kenaikan utilisasi industri keramik, sementara sejumlah negara lain mengalami penurunan.

Baca juga : Menperin Sarmuji: Kebijakan Tembakau Harus Perhitungkan Nasib Pekerja

Dari sisi kapasitas, industri keramik Indonesia memiliki kapasitas terpasang mencapai 686 juta meter persegi pada 2026. Dengan asumsi pasokan gas berjalan lancar, Asaki memproyeksikan utilisasi meningkat dari 73 persen pada tahun sebelumnya menjadi 75 persen pada 2026, dengan produksi diperkirakan mencapai sekitar 510 juta meter persegi.

Edy mengatakan, industri keramik nasional juga tengah melakukan ekspansi untuk memperkuat kapasitas produksi. Pada periode 2024–2028, pembangunan pabrik baru diperkirakan menambah kapasitas sekitar 190 juta meter persegi.

Khusus ekspansi tahap kedua pada periode 2026–2028, industri menyiapkan investasi sekitar Rp12 triliun untuk menambah kapasitas produksi sebesar 110 juta meter persegi. Investasi tersebut diperkirakan menyerap 7.000–7.500 tenaga kerja baru.

Baca juga : Pemerintah Siapkan 140 Ribu Peserta SMK Go Global Tahun Depan

Sementara itu, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, pemerintah akan memperjuangkan kepastian pasokan gas dan harga yang kompetitif agar industri keramik dapat menjaga kelangsungan produksi serta meningkatkan daya saing.

Sarmuji juga menyampaikan pemerintah akan mengusulkan penelitian kembali terhadap negara-negara yang berpotensi melakukan praktik dumping produk keramik. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan persaingan berlangsung adil dan melindungi produsen dalam negeri.

Dengan peningkatan kapasitas produksi dan dukungan kebijakan pemerintah, Asaki berharap Indonesia dapat memperkuat posisinya di pasar global dan menyalip Vietnam untuk menempati peringkat keempat produsen keramik terbesar dunia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.