Dark/Light Mode

Jasa Marga Optimalkan Pemeliharaan Jalan Tol, Rekonstruksi Bisa 1-4 Hari

Sabtu, 24 Oktober 2026 21:51 WIB
PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mengoptimalkan pemeliharaan atau preservasi jalan tol untuk menjaga kualitas infrastruktur, memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Foto: Jasa Marga
PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mengoptimalkan pemeliharaan atau preservasi jalan tol untuk menjaga kualitas infrastruktur, memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Foto: Jasa Marga

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mengoptimalkan pemeliharaan atau preservasi jalan tol untuk menjaga kualitas infrastruktur, memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono mengatakan, preservasi dilakukan secara terencana dengan menyesuaikan kondisi perkerasan dan tingkat kerusakan di lapangan. Langkah ini diperlukan untuk menjaga keandalan jalan tol di tengah tingginya beban lalu lintas setiap hari.

“Jalan tol menerima beban lalu lintas setiap hari sehingga membutuhkan preservasi berkala untuk menjaga kondisi perkerasan dan mencegah kerusakan berkembang lebih jauh,” kata Rivan dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, pemeliharaan yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan infrastruktur dalam jangka panjang. Kondisi jalan tol yang terjaga juga mendukung kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan.

Melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), Jasa Marga menerapkan sejumlah metode preservasi sesuai jenis dan tingkat kerusakan.

Baca juga : MTI-APTISI Jajaki Kerja Sama, Kampus Jadi Laboratorium Kebijakan Jalan Tol

Penanganan ringan dilakukan melalui patching atau penambalan pada titik kerusakan, sedangkan metode scrapping & filling dilakukan dengan mengupas lapisan aspal yang menurun kualitasnya dan menggantinya dengan lapisan baru.

Untuk meminimalkan gangguan lalu lintas, pekerjaan tertentu dijadwalkan pada malam hari, terutama pukul 22.00 hingga 05.00. Pengaturan waktu dan tahapan pengerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas serta kebutuhan penanganan di lapangan.

Sementara itu, kerusakan yang lebih berat dapat ditangani melalui rekonstruksi perkerasan, baik pada jalan beraspal maupun beton. Pekerjaan ini meliputi pembongkaran bagian yang rusak dan perbaikan struktur sesuai kebutuhan teknis, termasuk pemulihan lapisan fondasi atau penggantian pelat beton.

Rivan menjelaskan, durasi rekonstruksi berkisar satu hingga empat hari, bergantung pada tingkat kerusakan, metode penanganan, dan kondisi lapangan. Khusus pekerjaan beton, jalan baru dapat dibuka kembali setelah memenuhi persyaratan teknis untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

“Kami memahami bahwa pekerjaan preservasi dapat memengaruhi kelancaran perjalanan pengguna jalan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan,” ujar Rivan.

Baca juga : Jasa Marga Kaji Opsi Buyback Saham, Prioritaskan Ekspansi dan Likuiditas

Karena itu, Jasa Marga terus mengevaluasi pelaksanaan pekerjaan, mulai dari pengaturan waktu, tahapan pengerjaan, hingga pengamanan di lokasi, agar gangguan perjalanan dapat diminimalkan tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan dan keselamatan.

Selain pemeliharaan, Rivan menegaskan, Jasa Marga memperkuat transformasi layanan berbasis pengalaman pelanggan (customer experience) dan perjalanan pelanggan (customer journey).

Upaya ini selaras dengan arahan Danantara Indonesia untuk mendorong transformasi pelayanan BUMN dan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat. Jasa Marga juga memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yakni preservasi jalan tol, tempat istirahat dan pelayanan (rest area), serta layanan informasi jalan tol.

Di sisi lain, Rivan menyoroti kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) sebagai salah satu tantangan dalam menjaga kualitas perkerasan jalan tol. Beban kendaraan yang melampaui batas kemampuan desain jalan dapat mempercepat kerusakan struktur perkerasan, memperpendek umur layanan jalan, serta meningkatkan kebutuhan pemeliharaan.

“Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya pengendalian kendaraan ODOL untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan infrastruktur jalan tol,” sebut Rivan.

Baca juga : Jasa Marga Raih Dua Penghargaan Tata Kelola Perusahaan 2026

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan mengantisipasi waktu perjalanan, mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di sekitar lokasi pekerjaan, serta mengutamakan keselamatan berkendara.

Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan lokasi pekerjaan preservasi dapat diakses melalui aplikasi Travoy, media sosial resmi Jasa Marga Group, serta Call Center 133.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.