Dark/Light Mode

Transisi Energi, PLN EPI Optimalkan Biomassa Bebas Deforestasi

Kamis, 10 September 2026 17:37 WIB
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir  menjadi panelis dalam Panel Discussion #1: Driving Sustainable Forest Development through Biomass and Resilient Forest Management, bagian dari Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Forestry Industry Session_ di Park Hyatt Jakarta, Selasa (8/9).
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir menjadi panelis dalam Panel Discussion #1: Driving Sustainable Forest Development through Biomass and Resilient Forest Management, bagian dari Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Forestry Industry Session_ di Park Hyatt Jakarta, Selasa (8/9).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mendorong peningkatan pemanfaatan biomassa sebagai bagian dari diversifikasi energi dan percepatan transisi energi nasional melalui program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Panel Discussion #1: Driving Sustainable Forest Development through Biomass and Resilient Forest Management, bagian dari Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Forestry Industry Session di Park Hyatt Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Forum bertema Partnership for Sustainable Forest Development and Management ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta pemangku kepentingan Indonesia dan Swedia.

Hokkop mengatakan Indonesia memiliki sumber daya biomassa melimpah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tahun lalu, pemanfaatan biomassa untuk kebutuhan PLN mencapai sekitar 2,5 juta ton.

Tahun ini, PLN EPI mendorong peningkatan pemanfaatannya hingga sekitar 3,4 juta ton.

Baca juga : PLN EPI Dorong Biomassa Jadi BioCNG dan Hidrogen Hijau

“Tahun lalu kami baru mencapai sekitar 2,5 juta ton. Tahun ini kami akan mencapai sekitar 3,4 juta ton biomassa untuk disediakan kepada seluruh perusahaan kami,” kata Hokkop.

Menurut Hokkop, ruang pengembangan biomassa nasional masih sangat besar. Data PLN EPI dan pelaku industri mencatat potensi biomassa dari sektor industri mencapai 80 juta ton per tahun.

Sekitar 20 juta ton telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, sementara sebagian besar potensi lainnya belum tergarap.

“PLN hanya 2,5 juta ton. Namun, meskipun hanya 2,5 juta ton untuk PLN, kami adalah perusahaan terbesar di Asia yang bisa menggunakan biomassa untuk cofiring,” ujar Hokkop.

Tanpa Deforestasi

Hokkop menegaskan, peningkatan pemanfaatan biomassa berjalan beriringan dengan prinsip keberlanjutan.

Baca juga : PLN EPI Buka Kolaborasi Energi Hijau, Potensi Biomassa 83,4 Juta Ton

Sekitar 70 persen biomassa PLN berasal dari residu industri kehutanan, kertas, dan agro.

Pendekatan ini menaikkan nilai guna material yang sebelumnya merupakan residu industri. PLN EPI menyeleksi sumber biomassa dengan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) guna memastikan rantai pasok tidak mendorong deforestasi.

“Kami sudah membuat kalkulasi menggunakan LCA. Kami memilih partner dengan meminta mereka memenuhi semua data dari sumber biomassa. Kami anti deforestasi,” tegas Hokkop.

Serap Tenaga Kerja 

Selain mendukung transisi energi, pengembangan biomassa menciptakan aktivitas ekonomi daerah. Saat ini, PLN EPI melibatkan sekitar 140 perusahaan dalam ekosistem biomassa di berbagai wilayah Indonesia.

Hokkop memperkirakan, jika pemanfaatan biomassa mencapai 8 juta ton, ekosistem tersebut berpotensi menyerap sekitar 750.000 tenaga kerja di rantai pasok penyediaan bahan baku, pengolahan, hingga logistik.

Baca juga : PLN EPI Gandeng Keraton Yogyakarta Kembangkan Biomassa Berbasis Masyarakat

“Kami sudah menyampaikan ini kepada Kementerian Tenaga Kerja di Indonesia. Ini merupakan peluang pekerjaan yang besar untuk industri biomassa,” katanya.

Pengembangan ekosistem hulu-hilir biomassa dinilai perlu agar mampu menciptakan pasar berkelanjutan, memperkuat industri dalam negeri, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor