Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo Minta BRIN Percepat Riset Pencegahan Karhutla hingga Vaksin
- Akademisi Apresiasi Reformasi BUMN, Danantara Rampingkan 364 Perusahaan
- Pengembangan Penyidikan, KPK Geledah Kantor PT Djarum & Bea Cukai Kudus
- Tok! BEI Siap Bagikan Dividen Rp 1,564 T
- Prabowo Beri Selamat Atas Kemenangan Lula, Dorong Penguatan Hubungan RI-Brazil
Hari Sumpah Pemuda, Dirut Jasa Raharja: Perkuat Integritas Dan Empati
Rabu, 28 Oktober 2026 20:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengajak seluruh insan perusahaan memperkuat integritas, semangat perbaikan, dan kepedulian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 harus menjadi pengingat bahwa semangat kebangsaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Awaluddin dalam amanat Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda bertajuk “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Awaluddin mengatakan, nilai-nilai Sumpah Pemuda tidak cukup dimaknai sebagai semangat persatuan. Nilai tersebut juga harus tercermin dalam tanggung jawab, integritas, dan kontribusi nyata di lingkungan kerja maupun pelayanan publik.
“Semangat kebangsaan pada akhirnya harus terlihat dari apa yang kita lakukan dan manfaat yang kita hadirkan bagi masyarakat,” kata Awaluddin.
Baca juga : Jasa Raharja Perkuat Ekosistem Keselamatan Transportasi
Menurutnya, semangat persatuan yang ditunjukkan para pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bergerak bersama. Persatuan dapat tumbuh ketika setiap individu bersedia mengesampingkan kepentingan kelompok demi mencapai tujuan yang lebih besar.
Ia menjelaskan, nilai patriotik bagi insan Jasa Raharja diwujudkan melalui kesungguhan dalam bekerja, menjaga integritas, dan memastikan setiap tanggung jawab memberikan manfaat nyata. Sementara itu, kegigihan tercermin dari kemauan untuk terus belajar, memperbaiki cara kerja, memperkuat kolaborasi, serta memanfaatkan teknologi dan data guna meningkatkan kualitas pelayanan.
Adapun empati berarti memahami kebutuhan dan harapan masyarakat dalam setiap proses pelayanan. Karena itu, pelayanan kepada korban kecelakaan maupun keluarga yang ditinggalkan harus mengutamakan kecepatan, kepastian, dan kepedulian.
“Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat kecelakaan, persoalan koordinasi internal bukanlah sesuatu yang seharusnya mereka tanggung. Bagi korban yang membutuhkan penanganan, kecepatan, kepastian, dan kepedulian bukan sekadar nilai tambah. Semuanya merupakan bagian penting dari pengalaman pelayanan yang mereka rasakan,” jelasnya.
Baca juga : Belajar Sejarah Perjuangan Bangsa di Museum Sumpah Pemuda
Awaluddin menegaskan, kualitas pelayanan tidak dapat dibangun oleh satu unit kerja saja. Koordinasi yang kuat dan kesediaan setiap bagian untuk saling mendukung diperlukan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang terpadu.
Menurutnya, masyarakat memandang Jasa Raharja sebagai satu kesatuan tanpa membedakan kantor pusat, kantor wilayah, maupun unit kerja lainnya. Karena itu, keberhasilan suatu bagian perlu diikuti perbaikan menyeluruh agar tidak ada persoalan pelayanan yang terabaikan.
“Keberhasilan satu bagian belum cukup apabila keseluruhan pelayanan masih menyisakan persoalan,” tegasnya.
Ia menambahkan, semangat perbaikan harus menjadi budaya kerja seluruh insan Jasa Raharja. Setiap individu diharapkan berani mengambil inisiatif, memahami persoalan secara mendalam, serta menyampaikan gagasan yang didukung dasar kuat dan mampu menghasilkan perbaikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca juga : Jasa Raharja Jamin Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Beruntun di Panglima Polim
Dalam hal ini, generasi muda memiliki ruang dan tanggung jawab untuk berkontribusi tanpa harus menunggu jabatan. Sementara itu, insan perusahaan yang lebih berpengalaman diharapkan menjadi sumber pengetahuan dan teladan, sekaligus memberi kesempatan kepada generasi berikutnya untuk berkembang dan memikul tanggung jawab lebih besar.
Awaluddin juga mengingatkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Perbaikan dapat dilakukan dengan menyelesaikan persoalan yang berlarut-larut, mengusulkan cara kerja yang lebih efektif, serta menjalankan tanggung jawab dengan kualitas lebih baik dari hari sebelumnya.
Ia berharap, peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi seluruh insan Jasa Raharja untuk memperkuat integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menghadirkan kepedulian dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Jangan sampai kita hanya mewarisi semangat para pemuda terdahulu sebagai cerita. Warisilah keberanian mereka sebagai tindakan,” tutup Awaluddin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya