Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Di sisi lain, Bahlil mengapresiasi kontribusi para pemangku kepentingan industri hulu migas terhadap pencapaian target produksi. Pada 2025, realisasi lifting minyak Indonesia tercatat sekitar 605 ribu barel per hari (barrels of oil per day/BOPD), sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Saya ingin mengatakan bahwa ini terjadi karena kerja Bapak Ibu semua, bukan kerja pemerintah, tapi itu hasil karya Bapak Ibu di depan saya ini. KKKS, kontraktor, ini yang mengerjakan. Pemerintah itu kan cuma regulator saja. Menyampaikan arah tujuan, tapi Bapak Ibu yang mengeksekusi. Karena itu saya mewakili Bapak Presiden mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua,” jelasnya.
FOREK Perkuat Kolaborasi Hulu Migas
Baca juga : SKK Migas Bidik Lifting Minyak 612.500 Barel Per Hari Pada 2027
Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Sunaryanto, selaku tuan rumah penyelenggaraan FOREK Hulu Migas 2026, mengatakan forum tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi strategis antara pemerintah, regulator, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan industri hulu migas.
Menurut Sunaryanto, kolaborasi diperlukan untuk memperkuat iklim investasi, mempercepat komersialisasi proyek, serta mendukung peningkatan produksi dan lifting minyak dan gas bumi nasional.
“Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen bersama untuk menghadirkan forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan serta menjadi ruang dialog yang konstruktif dalam menjawab tantangan industri hulu migas nasional,” kata Sunaryanto.
Baca juga : Bahlil Cari Pasokan ke China & India, Tenang Stok BBM Aman
FOREK Hulu Migas 2026 diikuti lebih dari 1.100 peserta dari kalangan KKKS, asosiasi hulu migas, mitra industri global, kementerian dan lembaga, profesional, serta mitra strategis lainnya.
Forum ini juga menghadirkan lebih dari 40 narasumber dan pakar dari dalam maupun luar negeri. Mereka mewakili berbagai perspektif, mulai dari regulator, operator migas, pembeli, investor, lembaga pembiayaan, hingga akademisi dan praktisi industri.
Melalui sesi pleno (plenary session) dan sesi tematik (stream session), peserta membahas sejumlah isu strategis, antara lain daya saing investasi, kebijakan fiskal, komersialisasi minyak dan gas bumi, pengelolaan aset, tata kelola keuangan, penguatan kemitraan, serta akses pembiayaan.
Baca juga : INPEX Rampungkan FEED Masela, FID Ditargetkan Awal 2027
Sunaryanto berharap pembahasan tersebut menghasilkan rekomendasi kebijakan dan langkah konkret bagi pengembangan industri hulu migas nasional.
“Harapan kami, keberagaman perspektif tersebut dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan dan langkah konkret, sehingga FOREK menjadi forum pertukaran gagasan dan juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri hulu migas Indonesia,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan FOREK Hulu Migas 2026, para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat daya saing industri, meningkatkan kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian, serta mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya