Dark/Light Mode

PGN Gaspol Bisnis Energi Hijau, Emisi Karbon Turun 29 Ribu Ton

Selasa, 3 November 2026 15:15 WIB
Foto: PGN
Foto: PGN

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton CO2 ekuivalen (tCO2eq) hingga Agustus 2026. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan untuk periode tersebut sebesar 35,3 persen.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus memperkuat peran dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan infrastruktur gas bumi, perluasan layanan energi, serta berbagai inisiatif dekarbonisasi dan pengembangan energi rendah karbon.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, penguatan bisnis dan operasional perusahaan dilakukan seiring dengan peningkatan efisiensi energi dan pengurangan emisi.

“PGN terus mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi melalui penguatan infrastruktur dan perluasan layanan kepada berbagai sektor. Di saat yang sama, kami juga mengembangkan berbagai inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan bisnis dan transisi energi nasional,” ujar Fajriyah dalam keterangan di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Menurut dia, gas bumi memiliki peran penting sebagai salah satu sumber energi transisi untuk mendukung kebutuhan energi nasional sekaligus mendorong peralihan menuju sistem energi yang lebih rendah karbon.

Baca juga : Pangkas Emisi 29 Ribu Ton, PGN Perkuat Efisiensi & Daya Saing Bisnis

Dalam ekosistem layanan gas bumi, PGN mengelola infrastruktur terintegrasi mulai dari jaringan pipa transmisi dan distribusi hingga pemanfaatan moda beyond pipeline, seperti Compressed Natural Gas(CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG).

Infrastruktur tersebut mendukung optimalisasi pemanfaatan gas bumi sekaligus memperluas akses energi bagi sektor industri, komersial, rumah tangga, dan pembangkit listrik.

Sejalan dengan penguatan bisnis gas bumi, PGN juga menjajaki sejumlah peluang pengembangan energi rendah karbon. Salah satunya melalui pengembangan biomethane yang berasal dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME).

Selain itu, perusahaan menjajaki studi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sebagai salah satu opsi untuk mendukung pengembangan rantai pasok amonia rendah karbon.

Pengembangan berbagai inisiatif tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi, kelayakan ekonomi, serta kebutuhan dan karakteristik pasar energi.

Baca juga : Gandeng The Climate Group, PLN Kembangkan Produk Energi Hijau

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi PGN untuk mengembangkan peluang bisnis baru sekaligus mempersiapkan infrastruktur yang dapat mendukung pemanfaatan energi rendah karbon pada masa mendatang.

Selain pengembangan bisnis, PGN menjalankan program dekarbonisasi melalui peningkatan efisiensi operasional dan optimalisasi penggunaan energi. Capaian penurunan emisi hingga Agustus 2026 menjadi salah satu landasan perusahaan untuk melanjutkan penguatan inisiatif dekarbonisasi pada periode 2027-2030.

Atas berbagai upaya tersebut, PGN memperoleh penghargaan “Most Outstanding Natural Gas Transition & Carbon Emission Reduction Excellence” dalam ajang Industry Award 2026 yang diselenggarakan industry.co.id dan emiten.org.

Penghargaan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain kinerja bisnis dan infrastruktur gas bumi, peran dalam pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi, inisiatif pengurangan emisi karbon, serta pengembangan inovasi dekarbonisasi.

Fajriyah mengatakan penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap upaya PGN dalam mengembangkan bisnis gas bumi yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan peluang pengurangan emisi.

Baca juga : KLH Jembatani Energi Sampah Dan Industri

“Melalui koordinasi dengan pemerintah, sinergi bersama Pertamina Group, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, PGN akan terus memperkuat layanan gas bumi sekaligus mengembangkan peluang bisnis energi rendah karbon secara bertahap dan sesuai kebutuhan pasar,” katanya.

Dia berharap langkah tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan, perusahaan, dan masyarakat sekaligus mendukung arah transisi energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.