Dark/Light Mode

Pamer Potensi Migas Raksasa

Indonesia Bidik Investor Global ADIPEC 2026

Selasa, 3 November 2026 21:05 WIB
Pembukaan Indonesia Pavilion di ADIPEC 2026, dihadiri Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Dubes RI untuk UEA Judha Nugraha, Wamenristek dan Dikti Stella Christie, Anggawira yang mewakili Dirjen Migas ESDM, Kepala BPMA Mawardi Nur, serta Dirut PT PHE Sunaryanto yang mewakili PT Pertamina (Persero). [Foto-foto: Dok]
Pembukaan Indonesia Pavilion di ADIPEC 2026, dihadiri Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Dubes RI untuk UEA Judha Nugraha, Wamenristek dan Dikti Stella Christie, Anggawira yang mewakili Dirjen Migas ESDM, Kepala BPMA Mawardi Nur, serta Dirut PT PHE Sunaryanto yang mewakili PT Pertamina (Persero). [Foto-foto: Dok]

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia memanfaatkan ajang Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026 untuk memperluas jangkauan investasi sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Dalam pameran energi internasional yang berlangsung pada 2–5 November 2026 di ADNEC Centre, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Indonesia menawarkan potensi eksplorasi yang besar sekaligus membuka peluang kemitraan strategis bagi investor mancanegara.

Melalui tema “Indonesia: A Strategic Horizon for Your Global Energy Investment”, Indonesia berupaya memperkenalkan prospek industri hulu migas nasional sebagai salah satu tujuan investasi energi yang menjanjikan di kawasan. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, partisipasi Indonesia dalam ADIPEC menjadi momentum untuk mengundang perusahaan energi internasional agar memasukkan Indonesia dalam agenda ekspansi bisnis mereka.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang eksplorasi yang masih sangat luas. Dari total 128 cekungan sedimen yang dimiliki, sebanyak 65 cekungan di antaranya belum tersentuh kegiatan eksplorasi. Besarnya potensi tersebut menjadi kesempatan bagi investor global untuk mengambil bagian dalam pengembangan industri hulu migas nasional.

Baca juga : Dubes RI Judha Nugraha Jemput Bola Ajak WNI Perbarui Data Diri

Terlebih, dukungan teknologi, pendanaan, dan kolaborasi strategis dinilai penting untuk mempercepat penemuan sumber daya baru, menjaga keberlanjutan produksi, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia. “Indonesia membuka peluang yang lebar bagi investasi global. Kami menyambut hangat mitra internasional yang berminat terlibat dalam pengembangan industri hulu migas Indonesia,” ujar Djoko.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan Indonesia Pavilion di ADIPEC 2026. Acara ini turut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk UEA Judha Nugraha, Wakil Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Stella Christie, Anggawira yang mewakili Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Kepala BPMA Mawardi Nur, serta Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Sunaryanto yang mewakili PT Pertamina (Persero).

Optimisme Indonesia dalam menawarkan peluang investasi tidak terlepas dari sejumlah keberhasilan eksplorasi yang berhasil dicatat dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penemuan sumur gas Geliga-1 di Blok Ganal oleh Eni pada April 2026. Temuan tersebut diperkirakan memiliki sumber daya in-place sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat.

Baca juga : 100 % Gas Lapangan Mako Untuk RI, Bukan Singapura

Penemuan Geliga-1 semakin memperkuat prospek eksplorasi migas Indonesia setelah sebelumnya industri mencatat keberhasilan melalui sumur Geng North-1 dan Konta-1 oleh Eni di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, yang kini menjadi bagian dari portofolio Searah Muara Bakau. Selain itu, terdapat pula temuan sumur Layaran-1 dan Tangkulo-1 oleh Mubadala Energy di Wilayah Kerja South Andaman.

Rangkaian penemuan tersebut memberikan tambahan prospek pengembangan sumber daya migas nasional. Hingga September 2026, capaian contingent resources tercatat mencapai 1.497,4 juta barel setara minyak (MMBOE), atau sekitar 230% dari target tahunan.

SKK Migas memperkirakan, angka tersebut masih berpeluang meningkat hingga 250% pada penghujung 2026. Indikator positif lainnya terlihat dari proyeksi Reserve Replacement Ratio (RRR) yang diperkirakan mencapai 221,4% pada akhir tahun ini.

Baca juga : Pertagas Pasok Gas EMP Bentu Dukung Lifting Nasional

Angka tersebut menunjukkan potensi penambahan cadangan yang lebih besar dibandingkan jumlah cadangan yang diproduksikan. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan industri hulu migas, sekaligus memperlihatkan kontribusi kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan terhadap penguatan cadangan nasional.

Untuk memperluas keterlibatan perusahaan internasional, Indonesia menawarkan sejumlah alternatif investasi di sektor hulu migas. Peluang tersebut mencakup pengembangan wilayah kerja yang telah beroperasi, optimalisasi aset migas, hingga kerja sama melalui mekanisme farm-in/farm-out.

Pemerintah juga terus berupaya menjaga daya saing iklim investasi melalui penyediaan pilihan skema fiskal yang fleksibel. Investor dapat mempertimbangkan skema kontrak bagi hasil gross split maupun cost recovery sesuai ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2024.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.