Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Konsumsi Rumah Tangga Meningkat, Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen
Kamis, 5 November 2026 13:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi nasional tumbuh 5,47 persen secara tahunan (year on year/YoY), dengan konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi pertumbuhan terbesar sebesar 2,62 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud mengatakan, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen pada triwulan III-2026. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,89 persen.
“Ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026 tumbuh solid sebesar 5,47 persen secara tahunan, utamanya ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang masih terjaga,” ujar Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Kuatnya konsumsi masyarakat tercermin dari meningkatnya transaksi barang dan jasa melalui kanal daring. Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi serta aktivitas pariwisata yang kembali bergairah turut menjaga permintaan.
Selain itu, kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi ikut membantu mempertahankan daya beli masyarakat.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan III Tembus 5,47 Persen
Di samping konsumsi rumah tangga, investasi juga mencatatkan pertumbuhan positif. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,06 persen secara tahunan, mencerminkan berlanjutnya aktivitas investasi dari pemerintah maupun sektor swasta.
Konsumsi pemerintah bahkan tumbuh lebih tinggi, yakni 8,95 persen. Angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan III-2025 yang sebesar 5,66 persen.
Peningkatan belanja pemerintah antara lain terlihat dari belanja pegawai, termasuk gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN). Selain itu, belanja barang dan jasa juga meningkat, termasuk untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari sisi produksi, industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 1,20 persen. Berikutnya, sektor perdagangan memberikan kontribusi 0,94 persen, konstruksi 0,62 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,49 persen.
Industri pengolahan tumbuh 5,87 persen, ditopang permintaan dalam negeri dan pasar ekspor. Berdasarkan subsektornya, industri makanan dan minuman tumbuh 7,09 persen, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sebesar 8,10 persen, serta industri logam dasar mencapai 9,94 persen.
Baca juga : BPS Catat 99 Kabupaten/Kota Tumbuh Di Atas 6 Persen
“Jika kita rinci menurut subsektor, terlihat bahwa kinerja positif sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh kinerja industri makanan dan minuman yang tumbuh hingga 7,09 persen; industri kimia, farmasi, dan obat tradisional yang tumbuh 8,10 persen; dan industri logam dasar yang tumbuh 9,94 persen,” jelas Edy.
Sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor juga mencatatkan pertumbuhan 7,14 persen. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan triwulan III-2025 sebesar 5,46 persen dan triwulan III-2024 sebesar 4,85 persen.
Peningkatan penjualan kendaraan, terutama kendaraan niaga dan kendaraan listrik, ikut menopang kinerja sektor tersebut. Selain itu, pasokan barang dari dalam negeri, khususnya produk industri pengolahan, serta barang impor turut meningkat.
Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 6,42 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,21 persen. Aktivitas pembangunan proyek infrastruktur pemerintah dan swasta menjadi salah satu penopangnya.
Sejumlah proyek dan program yang turut mendukung aktivitas konstruksi antara lain Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), perumahan rakyat, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, serta revitalisasi sekolah.
Baca juga : Prasasti Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 5,2% YoY
Sektor informasi dan komunikasi juga mencatatkan pertumbuhan 7,13 persen. Kinerja tersebut sejalan dengan meningkatnya lalu lintas data, pemanfaatan layanan pusat data (data center), serta transaksi perdagangan melalui sistem elektronik.
Secara regional, sejumlah wilayah mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional. Bali dan Nusa Tenggara tumbuh paling tinggi sebesar 6,08 persen, disusul Jawa sebesar 5,84 persen dan Sulawesi sebesar 5,68 persen.
Kinerja tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat, investasi, belanja pemerintah, serta aktivitas produksi di berbagai sektor menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III-2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya