Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bidik Nilai Perdagangan Bilateral Rp 600 Triliun
Airlangga: AS Investor Terbesar Ke-4 Indonesia
Kamis, 29 Oktober 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat (AS) mencapai 33 miliar dolar AS atau sekitar Rp 600 triliun pada 2026. Kerja sama itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kerja sama perdagangan Indonesia-AS berpotensi memberikan manfaat bagi berbagai sektor industri.
“Kesepakatan ini diharapkan dapat mendukung berbagai sektor, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok antara Amerika Serikat dan Indonesia,” kata Airlangga dalam pertemuan dengan perwakilan US-ASEAN Business Council (US-ABC) di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, hubungan perdagangan dan investasi Indonesia-AS menunjukkan perkembangan positif. Pada Januari-Agustus 2026, nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai 32,34 miliar dolar AS atau sekitar Rp 588 triliun. Nilai tersebut tumbuh 11,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. AS juga menjadi tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia.
Sementara, investasi AS di Indonesia pada triwulan I hingga triwulan III-2026 mencapai 3,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 61,8 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan investasi sekitar 3 miliar dolar AS atau Rp 54,5 triliun pada 2025.
Baca juga : Sambal Makassar Tembus Pasar Ekspor, Bandeng Presto Masuk Retail
“Saya senang dengan investasi AS dalam tiga kuartal terakhir, sehingga AS kini menjadi investor terbesar keempat di Indonesia,” ungkap Airlangga.
Karena itu, Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen pada 2029 melalui delapan strategi utama.
Strategi tersebut meliputi swasembada pangan, industrialisasi berorientasi ekspor, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan biru, pembangunan perkotaan, transformasi digital, investasi, serta belanja Pemerintah yang produktif.
Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah membuka peluang kerja sama dengan perusahaan AS di berbagai sektor. Antara lain manufaktur, teknologi digital, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan energi.
Pemerintah juga mendorong kemitraan yang tidak hanya mendatangkan investasi, tetapi turut membawa teknologi dan keahlian untuk mengembangkan rantai pasok nasional.
Baca juga : Lokasi Strategis, Waduk Melati Saatnya Bersolek
Di sektor semikonduktor, Airlangga menyampaikan bahwa nilai pasar diperkirakan meningkat dari 5,08 miliar dolar AS atau sekitar Rp 92,3 triliun pada 2025 menjadi 7,07 miliar dolar AS atau sekitar Rp 128,5 triliun pada 2030.
Perkembangan tersebut membuka peluang untuk memperkuat kerja sama industri semikonduktor antara Indonesia dan AS.
Selain peluang investasi, Airlangga turut membahas berbagai hambatan (debottlenecking) yang dihadapi perusahaan AS dalam menjalankan kegiatan usaha di Indonesia.
“Pemerintah membuka ruang bagi pelaku usaha menyampaikan kendala yang dihadapi agar dapat ditindaklanjuti bersama kementerian dan lembaga terkait,” tuturnya.
Dalam bidang perdagangan, kedua pihak juga membahas sejumlah isu yang masih menjadi perhatian. Termasuk Section 301 dan kelebihan kapasitas (excess capacity).
Baca juga : Ledek Mao Zedong, Mbappe Diboikot China
Politisi senior Partai Golkar itu berharap, pembahasan berbagai isu tersebut dapat memberikan kejelasan bagi pelaku usaha, sekaligus mendukung keberlanjutan perdagangan dan penguatan rantai pasok Indonesia-AS.
“Jadi, jika Anda memiliki permintaan lain atau menghadapi tantangan tertentu, mari kita coba cari solusinya bersama,” ucap mantan Menteri Perindustrian itu. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Kamis, 29 Oktober 2026 dengan judul "Bidik Nilai Perdagangan Bilateral Rp 600 Triliun Airlangga: AS Investor Terbesar Ke-4 Indonesia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya