Dark/Light Mode

IPM Indonesia Naik Jadi 76,59, Jakarta Masih Tertinggi

Kamis, 5 November 2026 19:29 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Foto: Khairizal Anwar/RM
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Foto: Khairizal Anwar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia meningkat menjadi 76,59 pada 2026, dari 75,90 pada 2025. Perbaikan tersebut ditopang peningkatan seluruh komponen pembentuk IPM, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga standar hidup layak.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, kenaikan IPM menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat di berbagai bidang.

“Seluruh komponen pembentuk IPM yaitu umur harapan hidup saat lahir, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, serta pengeluaran riil per kapita, mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Amalia di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Dari sisi kesehatan, umur harapan hidup saat lahir pada 2026 mencapai 74,68 tahun. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang sebesar 74,47 tahun.

Baca juga : Ekspor Nonmigas Tumbuh 8,81 Persen, Topang Surplus Dagang RI

Sementara dari aspek pendidikan, rata-rata lama sekolah penduduk mencapai 9,16 tahun. Adapun harapan lama sekolah tercatat 13,34 tahun.

Perbaikan juga terjadi pada standar hidup layak. Pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp13,37 juta atau meningkat sekitar Rp566 ribu dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut mencerminkan membaiknya kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Dari sisi kewilayahan, DKI Jakarta kembali mencatatkan IPM tertinggi pada 2026, yakni sebesar 85,88. Posisi berikutnya ditempati DI Yogyakarta dengan IPM 83,43 dan Kepulauan Riau sebesar 81,12.

Baca juga : BPS: Wisatawan Nusantara Tumbuh 7,05 persen pada Q3-2026

Selain ketiga provinsi tersebut, Kalimantan Timur dan Bali juga masuk kategori pembangunan manusia sangat tinggi. Masing-masing mencatatkan IPM sebesar 80,09 dan 80,03.

Amalia mengatakan, peningkatan IPM turut diikuti perbaikan status pembangunan manusia di sejumlah daerah.

Bali dan Kalimantan Timur, misalnya, mengalami kenaikan status dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi. Sementara Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan meningkat dari kategori sedang menjadi tinggi.

“Ini tentu capaian yang patut diapresiasi,” kata Amalia.

Baca juga : Kinerja Ekspor Melejit, Neraca Perdagangan Kembali Surplus pada Q3-2026

Secara keseluruhan, kenaikan IPM Indonesia pada 2026 menunjukkan perbaikan pada tiga dimensi utama pembangunan manusia, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Ketiga dimensi tersebut menjadi indikator untuk mengukur kualitas pembangunan manusia di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.