Dewan Pers

Dark/Light Mode

Semester I Naik 124 Persen

KBI Catat Resi Gudang Capai Rp 170,995 Miliar

Kamis, 8 Juli 2021 07:06 WIB
PT Kliring Berjangka Indo­nesia (Persero). (Foto : Istimewa).
PT Kliring Berjangka Indo­nesia (Persero). (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kliring Berjangka Indo­nesia (Persero) atau KBI, membukukan kenaikan nilai barang yang diregistrasikan ke Resi Gudang (RG) mencapai Rp 170,995 miliar sepanjang semester pertama tahun ini.

Capaian tersebut naik 124 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 76,186 miliar. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan sebagai pusat registrasi resi gudang ini juga mencatatkan kenaikan 49 persen, untuk pemanfaatan resi gudang sepanjang semes­ter I-2021.

Sebanyak 230 resi gudang sudah diregistrasi, alias naik dari periode yang sama tahun lalu yakni 154 resi gudang. Sebagaimana diketahui, KBI merupakan lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi di perdagangan berjangka komoditi.

Perusahaan pelat merah tersebut juga mengelola bisnis kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi fisik untuk komoditas timah murni batangan. Selain itu, perusahaan juga menjadi pusat registrasi untuk aktivitas resi gudang.

Berita Terkait : Tumbuh 42,5 Persen, CIMB Niaga Syariah Raih Laba Rp 459 Miliar

Dari jumlah komoditas, sebanyak 10 komoditas masuk resi gudang sepanjang periode Januari-Juni 2021. Sedangkan periode yang sama tahun lalu baru ada enam komoditas. Adapun dari sisi volume ba­rang, tumbuh 44 persen men­jadi 5,52 juta kilogram (kg).

Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan, peningkatan pemanfaatan RG sekaligus menunjukkan pema­haman petani, dan pemilik komoditas akan pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG).

Sebagai catatan, sepanjang 2020, jumlah resi gudang yang diregistrasikan mencapai 428 RG dari 8 komoditas dengan volume 9,6 juta kg senilai Rp 200,78 miliar.

Fajar menegaskan, resi gu­dang memiliki potensi besar untuk terus tumbuh, melihat banyaknya komoditas yang ada di Indonesia. “Tantangannya adalah bagaimana manfaat dari resi gudang ini dapat dipahami oleh para petani dan pemilik komoditas,” kata Fajar dalam keterangan resminya, kemarin.

Berita Terkait : Nyebrang Ke Inter Milan, Calhanoglu Digaji Rp 103 Miliar Permusim

Ia mengatakan, SRG menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas harga komoditas. Untuk itu, resi gudang menjadi solusi bagi para petani dan pemilik komoditas.

Selain itu, dengan meman­faatkan RG, maka petani dan pemilik komoditas dapat menjaminkan RG-nya untuk mendapatkan pembiayaan. “Ke depan, sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara baik dan terus menerus men­jadi kunci,” imbuhnya.

Untuk itu, sambung Fa­jar, KBI bersama pemangku kepentingan lain di sektor resi gudang, terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait manfaat resi gudang kepada masyarakat. Baik itu petani, pemilik komoditas maupun para pengelola gudang.

Sebagai informasi, peman­faatan resi gudang telah sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No­mor 14 Tahun 2021. Itu meru­pakan Perubahan atas Per­aturan Menteri Perdagangan Nomor 33 Tahun 2020 tentang Barang dan Persyaratan Ba­rang yang dapat Disimpan dalam Sistem Resi Gudang.

Berita Terkait : Naik 8 Persen, Uang Beredar Capai Rp 6.994 T Per Mei

Adapun komoditas yang dapat masuk ke SRG meliputi Beras, Gabah, Jagung, Kopi, Kakao, Karet, Garam, Lada, Pala, Ikan, Bawang Merah, Rotan, Kopra, Teh, Rumput Laut, Gambir, Timah, Gula Putih Kristal, Kedelai serta Ayam Karkas Beku. “Kami proyeksikan, pemanfaatan RG hingga 2021 akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan 2020,” tutup Fajar. [DWI]