Dewan Pers

Dark/Light Mode

President University Kembali Kukuhkan Guru Besar

Minggu, 22 Agustus 2021 20:43 WIB
Guru Besar bidang Manajemen President University, Prof. Dr. Chairy. (Foto: Ist)
Guru Besar bidang Manajemen President University, Prof. Dr. Chairy. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - President University kembali mengukuhkan seorang Guru Besar bidang Manajemen. Dia adalah Prof Dr Chairy. Chairy adalah guru besar ke-2 yang dikukuhkan President University.

Sebelumnya pada 26 April 2019, President University mengukuhkan Prof Dr Jony Oktavian Haryanto, yang juga rektor universitas tersebut, sebagai guru besar pertama. Sebagai rektor Jony mengaku bangga universitas yang dipimpinnya melahirkan seorang guru besar.

Berita Terkait : Momen Presiden Foto Bersama Penerbang Garuda Flight Dan Nusantara Flight

"Semoga pengukuhan Prof Chairy ini menginspirasi dosen-dosen President University lainnya untuk segera menjadi guru besar," ujar Jony Haryanto dalam sambutannya, dikutip Minggu (22/8).

Di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), acara pengukuhan Chairy sebagai guru besar dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Berita Terkait : Program Kartu Prakerja Kembali Dibuka, BNI Hadirkan Promo Menarik

Acara dihadiri secara terbatas oleh beberapa tamu undangan. Di antaranya, Prof Dr Ir Budi Susilo Soepandji, DEA, mantan Gubernur Lemhanas kini menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden.

Hadir secara langsung Chairman Grup Jababeka SD Darmono, jajaran direksi Jababeka, dan beberapa perusahaan lainnya. Ikut menyaksikan sejumlah rektor perguruan tinggi, para guru besar dan tamu-tamu undangan lainnya. Sebagian besar tamu undangan lainnya hadir secara daring.

Berita Terkait : Presiden Afghanistan Janji Kembali, Ini Pengakuannya...

Dalam upacara pengukuhan tersebut, Chairy menyampaikan orasi ilmiahnya dengan topik "Imagining the Post-Pandemic Era: The Roles of Conscious Consumption and Influencer Marketing in Fostering Circular Economy".

Menurut Chairy, pandemi dapat menjadi momentum guna mendorong munculnya gerakan masyarakat untuk mengonsumsi secara sadar (conscious consumption).
 Selanjutnya