Dewan Pers

Dark/Light Mode

PTBA Kantongi Laba Rp 3,58 T

Senin, 27 September 2021 08:06 WIB
PTBA mencatat untung Rp3,58 triliun per Agustus 2021, melampaui pertumbuhan laba bersih tahun lalu yang minus 41,4 persen menjadi Rp2,4 triliun. (Foto: Istimewa).
PTBA mencatat untung Rp3,58 triliun per Agustus 2021, melampaui pertumbuhan laba bersih tahun lalu yang minus 41,4 persen menjadi Rp2,4 triliun. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Emiten tambang BUMN, PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA meraup laba bersih mencapai Rp 3,58 triliun, pada Agustus 2021. Jumlah itu lebih tinggi dibanding Agustus 2020 sebesar Rp 2,4 triliun.

Hal itu ditopang peningkatan penjualan dan produksi batu bara perseroan. Terutama lini bisnis tambang, energi, hingga perkebunan sawit. Sebagai bisnis inti, pertam­bangan batu bara perseroan mencetak kinerja ciamik.

Direktur Utama Bukit Asam Suryo Eko Hadianto menuturkan, tak hanya laba, pendapatan hingga Agustus 2021 juga menyentuh Rp 15,91 trili­un dari realisasi di 2020 sebesar Rp 17,3 triliun. Berdasarkan catatannya, volume penjualan batu batu bara hingga Agustus 2021 mencapai 18,21 juta ton dengan volume produksi yang mencapai 19,6 juta ton.

Berita Terkait : ASDP Patok Laba Di 2021 Tembus Rp 111,24 M

“Volume penjualan sam­pai akhir tahun bisa berkisar 30 juta ton per tahun. Se­mentara volume produksi ekspektasi akhir tahun 31 juta ton,” jelas Suryo dalam keterangannya, kemarin.

Pencapaian tersebut juga lebih tinggi dari realisasi satu tahun penuh volume penjualan 26,1 juta ton dan produksi 24,8 juta ton pada 2020. Adapun, volume ang­kutan batu bara sudah menca­pai 16,5 juta ton per Agustus 2021. Dengan ekspektasi akhir tahun mencapai 29 juta ton lebih tinggi dari realisasi 2020 sebesar 23,8 juta ton.

Ia menjelaskan, saat ini emiten berkode PTBA ini tengah bertransformasi dari perusahaan penambangan batu bara menjadi perusahaan energi. Sejumlah langkah pun dilakukan dengan membentuk ekosistem tambang. Mulai dari penambangan, penanganan, transportasi, pengelolaan pelabuhan hingga distribusi batu bara sampai ke peng­guna akhir.

Berita Terkait : Siapa Mau? Nonton Film Horor Dibayar Rp 18,5 Juta

Dan strategi Bukit Asam ke depan, sambung Suryo, ada­lah mencapai visi perusahaan energi kelas dunia yang pedu­li lingkungan. Suryo merinci, terdapat empat pilar utama transformasi bisnis. Pertama, membangun ekosistem batu bara, logistik, transportasi, dan operasi tambang.

Kedua, transformasi men­jadi perusahaan bisnis energi dengan membentuk PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan mengambil alih PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara), guna mendapatkan pasar yang pas­ti dari produksi batu baranya. Ketiga, perseroan juga mulai terjun pada bisnis kimia dasar dan produk derivatif dari batu bara.

“Terakhir, PTBA juga meningkatkan manajemen kar­bon yang lebih baik,” tutup Suryo. [DWI]