Dark/Light Mode

Dibuka Loyo, Rupiah Diramal Joss Hari Ini

Senin, 27 September 2021 09:46 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Awal pekan rupiah dibuka loyo. Rupiah dibuka Rp 14.265 per dolar AS atau melemah 0,05 persen dibanding perdagangan Jumat (24/9) di level Rp 14.257 per dolar AS.

Sementara mayoritas mata uang di Asia menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,07 persen, baht Thailand naik 0,34 persen, yuan China menguat 0,17 persen, won Korea Selatan melonjak 0,05 persen, ringgit Malaysia naik 0,14 persen, dan dolar Singapura menguat 0,18 persen.

Berita Terkait : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Masih Belum Bertenaga

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya turun 0,12 persen ke 93,214. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,48 persen ke level Rp 16.868, terhadap poundsterling Inggris juga naik 0,56 persen ke level Rp 19.456, dan terhadap dolar Australia menguat 0,16 persen ke level Rp 10.366.

Menurut Analis Pasar Uang Ariston Tjendra,  sentimen pasar keuangan global terhadap aset berisiko membaik pagi ini. Pasalnya, pasar mulai melirik aset berisiko pagi ini. 

Berita Terkait : Penerapan LCS Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

“Hal ini terlihat dari penguatan indeks saham di Asia dan penguatan nilai tukar regional terhadap dolar AS,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/9).

Seharusnya, lanjut Ariston, rupiah masih bisa menguat terhadap dolar AS dengan perbaikan sentimen tersebut. Ditambah situasi pandemi dalam negeri yang terus membaik juga mendukung penguatan rupiah.

Berita Terkait : Isu Tapering Makin Menguat, Rupiah Lemas Lagi

Ia melihat penguatan rupiah akan bersifat terbatas. Sebab, pasar masih khawatir dengan persoalan keuangan Evergrande. "Hari ini potensi penguatan rupiah ke kisaran Rp 14.200 hingga Rp 14.220 per dolar AS, sementara resistance di kisaran Rp 14.260 per dolar AS,"tuturnya. [DWI]