Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dibuka Kinclong, Rupiah Masih Belum Aman

Senin, 30 Agustus 2021 09:47 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini rupiah dibuka kinclong. Rupiah dibuka menguat 0,07 persen di level Rp 14.408 per dolar AS dibanding perdagangan Jumat (27/8) di level Rp 14.418 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia mengalami penguatan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan naik 0,39 persen, ringgit Malaysia menguat 0,37 persen, peso Filipina menguat 0,19 persen, yen Jepang   naik 0,08 persen, dan yuan China melonjak 0,06 persen.

Berita Terkait : “Virus Taliban” Sudah Nyebar Tapi Belum Membahayakan

Indeks dolar AS dengan greenback terhadap enam mata uang utama anjlok 0,39 persen menjadi 92,689. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,09 persen ke level Rp 17.020, terhadap poundsterling Inggris naik 0,12 persen ke level Rp 19.847, terhadap dolar Australia menguat 0,16 persen ke level Rp 10.539.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra memperkirakan, sepanjang hari ini rupiah bisa berbalik melemah dari dolar AS. Hal ini disebabkan lantaran pasar merespons sinyal tapering off atau pengurangan likuiditas dari bank sentral AS, The Federal Reserve.

Berita Terkait : Di Kongres UPU, Indonesia Jadi Dewan Pos PBB

"Pasalnya dari Gubernur The Fed Jerome Powell sinyalnya bakal lakukan tappering off. Ini berpeluang mendorong penguatan dolar AS dan rupiah kembali melemah,” jelas Ariston, Senin (30/8).

Namun kata Ariston, pelemahan rupiah mungkin tidak terlalu dalam karena ada sentimen dari dalam negeri. Di mana jumlah kasus covid-19 baru yang turun dalam beberapa hari terakhir.

Berita Terkait : Bank Sentral AS Kurangi Stimulus, Rupiah Babak Belur

Ia memproyeksi, potensi pelemahan rupiah ke kisaran Rp 14.450 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp 14.400 per dolar AS. [DWI]