Dark/Light Mode

Sinergi Bank Mandiri, Start-Up Hingga Asosiasi Dorong UMKM Transformasi Digital

Rabu, 13 Oktober 2021 16:49 WIB
Sinergi Bank Mandiri, Start-Up Hingga Asosiasi Dorong UMKM Transformasi Digital

RM.id  Rakyat Merdeka - Bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan platform Yokke, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendorong lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil dan menengan (UMKM) untuk bertransformasi ke platform digital. Apalagi, saat ini perkembangan UMKM Digital pun semakin masif, terutama saat pandemi Covid-19.

Dari data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), jumlah UMKM yang sudah onboarding ke dalam ekosistem digital mencapai 15,9 juta atau 24,9 persen dari total pelaku UMKM sekitar 65 juta unit.

Jumlah ini meningkat signifikan selama pandemi Covid-19, sebelum pandemi Covid-19 pelaku UMKM yang terhubung dalam platform digital baru sebanyak 8 juta UMKM. Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM onboarding digital pada tahun 2024 nanti.

Berita Terkait : HUT Ke-23, Bank Mandiri Tebar Promo Dan Cashback

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K Triprakoso menuturkan, perkembangan digital yang pesat dan masif harus disambut sebagai momentum untuk beradaptasi, agar bisnis dapat tumbuh lebih cepat dan mampu bersaing, meski masih dibayangi pandemi.

"Kami berharap UMKM bisa bangkit dan naik kelas agar bersama-sama mendukung upaya pemulihan ekonomi," ucapnya dalam Virtual Workshop bertajuk Transformasi Digital UMKM Merah Putih, di Jakarta, Rabu (13/10).

Sebagai agent of development, dia menambahkan, Bank Mandiri secara bank only telah menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM hingga Rp 114,58 triliun hingga akhir Agustus lalu. Nilai tersebut tumbuh 18,52 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Berita Terkait : Ultah Ke-23, Bank Mandiri Jaga Kinerja Lewat Transformasi Digital

"Dari nilai tersebut, penyaluran pembiayaan yang dilakukan secara online telah mencapai Rp 22,9 milyar yang telah diberikan kepada seller online mitra e-commerce," jelas Josephus.

Saat ini sambungnya, dunia digital terus bergerak ke arah yang semakin canggih, untuk itu pelaku usaha secara aktif perlu menambah ilmu dan wawasan agar tak ketinggalan atau kalah saing. Apalagi, potensi ekonomi digital di Indonesia dinilai masih sangat besar.

Hasil survei dari Google dan Temasek mencatat, ekonomi digital Indonesia di 2025 diproyeksikan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.826 triliun.

Berita Terkait : Joss! Transaksi Digital Merchant Bank Mandiri Tembus Rp 70 T

Sedangkan hasil survei Bank Indonesia pada 2020 mencatat nilai transaksi ekonomi digital melalui e-commerce mencapai Rp 253 triliun pada 2024.

Direktur Utama Yokke Niniek S Rahardja mengatakan, pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan akses pada permodalan. Pelaku usaha juga perlu dilengkapi dengan platform yang memudahkan mereka, untuk mengelola usahanya.

"Sehingga mereka tidak lagi direpotkan dengan hal-hal seperti pencatatan manual untuk penjualan dan inventori," terang Niniek.
 Selanjutnya