Dark/Light Mode

Melantai Di Bursa, Avian Tawarkan 10 Persen Saham

Sabtu, 13 Nopember 2021 07:01 WIB
Virtual press conferance PT Avia Avian Tbk. Perushaan bakal melepas sebanyak-banyaknya 6,2 miliar saham melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). (Foto: Ist)
Virtual press conferance PT Avia Avian Tbk. Perushaan bakal melepas sebanyak-banyaknya 6,2 miliar saham melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Avia Avian Tbk bakal melepas sebanyak-banyaknya 6,2 miliar saham melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Nilai nominal masing-masing saham Rp 10 atau setara 10 persen dari modal yang ditempatkan perseroan.

Saham perseroan akan ditawarkan kepada publik dengan harga penawaran yang berkisar Rp 780-930. Dari aksi korporasi ini, perusahaan akan memperoleh dana segar sebanyak-banyaknya Rp 5,76 triliun.

Wakil Direktur Utama Avia Avian Ruslan Tanoko mengatakan, perseroan akan menggunakan dana hasil IPO untuk modal kerja, belanja modal (capital expenditure), dan pembayaran kembali utang bank Avian Brands dan entitas anak.

Berita Terkait : Menlu Inggris Kunker Ke Bogor, Ridwan Kamil Sajikan Cendol Elizabeth

"Keperluan belanja modal tersebut adalah termasuk untuk pembelanjaan modal fasilitas manufaktur ketiga milik Avian Brands yang baru di Cirebon, yang diperkirakan akan selesai dibangun pada 2025," ujar Ruslan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/11).

Kata dia, pabrik ketiga itu akan menjadi fasilitas manufaktur Avian Brands yang terbesar dengan perkiraan kapasitas produksi sebesar 225 ribu metrik ton per tahun, untuk mendukung rencana pertumbuhan dan ekspansi Avian Brands.

Ruslan mengatakan, Avian Brands menunjuk Morgan Stanley, UBS, dan Credit Suisse sebagai joint global coordinators, serta PT Mandiri Sekuritas sebagai domestic lead underwriter.

Berita Terkait : Luhut: Triwulan IV, Ekonomi Bisa Loncati Angka 5 Persen

"Sesuai rencana, roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham Avian Brands akan dilangsungkan pada 12 sampai dengan 18 November 2021," kata Ruslan, saat virtual press conferance, Jumat (12/11).

Kemudian pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 29 November 2021. Selanjutnya, masa penawaran umum rencananya akan dilaksanakan pada 1 sampai dengan 3 Desember 2021 dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Desember 2021.

Direktur Operasional dan Pengembangan Avia Avian Robert Tanoko menambahkan, saat ini Avian Brands memiliki dua pabrik yang terintegrasi. Pabrik utama di Sidoarjo, Jawa Timur dan pabrik kedua di Serang, Banten dengan total kapasitas sebesar 286 ribu metrik ton per tahun.

Berita Terkait : Indonesia Financial Group Caplok 10 Persen Saham Mandiri InHealth

"Per Mei 2021, Avian Brands memiliki 96 pusat distribusi sendiri ditambah 30 pusat distribusi dari pihak ketiga. Secara keseluruhan, pusat distribusi tersebut melayani lebih dari 52 ribu toko bahan bangunan yang tersebar di Indonesia," urai dia.

Terkait IPO, sesuai rencana, roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham Avian Brands akan dilangsungkan pada 12-18 November 2021. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 29 November 2021. Selanjutnya, masa penawaran umum rencananya akan dilaksanakan pada 1-3 Desember 2021, dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Desember 2021. [MEN]