Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sering Terjadi Jelang Lebaran
Waspada, Pinjol Ilegal Gencar Cari Mangsa
Rabu, 26 Maret 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka -
Pemohon pinjaman online (pinjol) hingga skema Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater kerap mengalami peningkatan menjelang Lebaran. Masyarakat diharapkan hati-hati terhadap penyedia jasa keuangan ilegal yang berpotensi gencar memanfaatkan momen tersebut.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan akan terjadi peningkatan permintaan pinjaman paylater oleh perusahaan pembiayaan serta financial technology (fintech) Peer to Peer (P2P) Lending menjelang Lebaran tahun ini.
Proyeksi ini didasarkan pada tren serupa tahun sebelumnya. Outstanding pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan pada April 2024 mengalami kenaikan 31,45 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan Maret 2024 yang tumbuh 23,90 persen yoy.
Sementara pembiayaan industri P2P Lending juga meningkat 24,16 persen yoy pada April 2024, naik dari 21,85 persen yoy pada bulan sebelumnya.
Baca juga : Tindak Tegas Dong Pelaku Kecurangan Takaran Beras
Per Januari 2025, pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp 7,12 triliun, meningkat 41,9 persen yoy.
Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan Desember 2024, yang mencatat kenaikan 37,6 persen yoy.
Di industri P2P Lending, outstanding pembiayaan per Januari 2025 tercatat tumbuh 29,94 persen yoy dengan nilai mencapai Rp 78,50 triliun. Pertumbuhan ini juga lebih tinggi dibandingkan Desember 2024 yang mencatat kenaikan 29,14 persen yoy.
Direktur Ekonomi Digital dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda berpendapat, potensi lonjakan permintaan pada paylater dan pinjol akan berisiko meningkatkan potensi kredit macet.
Baca juga : Mau Ngadu Nasib Di DKI Kudu Punya Skill
“Siklusnya ada peningkatan permintaan BNPL pada momen Lebaran, itu sudah menjadi tren tahunan,” kata Nailul kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Sebab, kata Nailul, mendekati momen Lebaran, pembiayaan dibutuhkan untuk keperluan mudik, makanan, dan wisata.
“Mereka tidak punya cukup biaya, memilih untuk mencari pembiayaan atau utang,” ujarnya miris.
Masyarakat yang biasanya pinjam ke saudara atau keluarga, karena lebih mudah dan cepat, kini mereka mengandalkan pinjol atau paylater.
Baca juga : Sungkurkan Latvia, Tiga Singa Trengginas
“Perubahan pola konsumsi masyarakat ini memang terus terjadi dan semakin meningkat,” katanya.
Untuk itu Nailul mengingatkan, setelah Lebaran, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) biasanya mengalami peningkatan.
“Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengambil pinjaman dan tidak berlebihan dalam konsumsi selama Lebaran,” warning-nya.
Sementara untuk para perusahaan pembiayaan, imbuh Nailul, sudah seharusnya mengambil langkah antisipasi, yakni memperketat sistem credit scoring agar lebih valid.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya