Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Target 1000 Unit Per Bulan, Injourney Gaspol Program Rumah Subsidi Prabowo
Kamis, 14 Agustus 2025 20:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney tancap gas mendukung program rumah subsidi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto lewat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Hingga kini, sekitar 100 karyawan sudah akad KPR FLPP. Dalam sebulan ke depan, ditargetkan 1.000 unit rumah bisa terealisasi.
Direktur Utama Injourney, Maya Watono menyebut, program ini adalah langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan karyawannya memiliki rumah layak dan harga terjangkau.
Baca juga : Asyik, Pekerja Informal Kini Bisa Nikmati Rumah Subsidi Di Serang
"Ini inisiatif yang sangat baik dari Presiden Prabowo untuk memberikan kesejahteraan bagi karyawannya dalam bentuk nyata,” kata Maya usai penandatanganan nota kesepahaman 5 ribu unit rumah subsidi untuk karyawan Injourney Group dengan Kementerian PKP di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Eks Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney ini bilang, pertama kali Injourney ikut program rumah subsidi. Setelah polling internal, minat karyawan terhadap KPR FLPP ternyata sangat tinggi.
"Kami ingin lewat kerja sama ini, sosialisasi pemanfaatan KPR FLPP bisa diketahui karyawan mulai dari akses hingga keuntungannya. Karyawan merupakan aset, dan kami harap dengan memiliki rumah sendiri mereka lebih bersemangat bekerja dan meningkatkan performa perusahaan,” ujarnya.
Baca juga : Gubernur BI Perry: Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo
Tahap awal, 5 ribu unit rumah akan dibagi ke seluruh lini bisnis Injourney, mulai dari karyawan di bandara hingga karyawan di destinasi wisata di bawah naungannya. Total karyawan Injourney Group ada 149 ribu. Sekitar 15 ribu ternyata belum memiliki rumah.
“ Kita punya 37 bandara, dan destinasi wisata mulai dari Labuan Bajo, Mandalika Lombok, Bali, Borobudur sampai Jakarta. Pasti akan tersebar mengikuti lini bisnisnya. Sekarang hampir 100 karyawan sudah akad bersama BTN. Kami usahakan dalam satu bulan ke depan sekitar seribu sudah terealisasi,” ujarnya.
Negara Hadir Untuk MBR
Sementara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan, penandatanganan MoU dengan Injourney ini bertujuan memperluas akses KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk menyediakan rumah subsidi bagi pekerja sektor pariwisata di bawah naungan Injourney Group.
Baca juga : Pemprov Banten dan InJourney Airports Perkuat Sinergi Pelayanan Publik
"Ini bukti nyata Program KPR FLPP bisa membantu mereka memiliki rumah subsidi dengan DP hanya 1 persen, angsuran terjangkau, dan tenor panjang. Lewat program rumah subsidi, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto benar-benar hadir menyediakan rumah layak huni untuk masyarakat," katanya.
Ara sapaan akrab Maruarar Sirait ini menyebut, semangat gotong royong dari seluruh ekosistem perumahan seperti Injourney, Badan Pusat Statistik (BPS), Bank BTN, dan BP Tapera mampu membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) punya rumah layak huni sekaligus menekan 9,9 juta backlog rumah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya